TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com- Acara pelepasan dan penammatan peserta didik Yayasan TK Cahaya Bukkas, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan berlangsung dengan meriah dan orang tua murid serta masyarakat sangat terharu dan antusias mengikuti acara pelepasan dan penammatan peserta didik Yayasan TK Cahaya Bukkas.
Pelepasan dan Penammatan angkatan ke 15 Siswa-siswi Yayasan TK Cahaya Bukkas bertempat di Aula Balai Desa Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu 28 Juni 2025.
Camat Angkola Sangkunur, Daniel Affandi Harahap, S.STP, MM dalam sambutannya pada saat acara Pelepasan dan Penammatan siswa-siswi Yayasan TK Cahaya Bukkas mengucapkan selamat dan sukses kepada semua peserta didik yang akan diwisuda tahun 2025 ini.
Camat berharap untuk anak-anak yang diwisuda pada hari ini kedepannya bisa menjadi anak yang berguna, bisa membawa marwah dan membawa harum nama keluarga.
Camat Angkola Sangkunur, Daniel Affandi Harahap bercerita tentang pendidikan anak-anak diusia dini.
“Tidak ada anak satupun yang terlahir kedua dengan keadaan Bodoh, kita hanya perlu menggali Potensi anak-anak kita, serta cara metodenya, semua punya keistimewaan masing-masing, semua hanya perlu dididik dari kecil, kebebasan tekhnologi adalah hal yang paling utama harus kita jaga,” katanya.
Camat juga bercerita tentang seorang Profesor Yohanes Surya, yang berhasil mendidik anak-anak yang paling Bodoh di pedalaman Papua.
“Berikan saya anak yang paling Bodoh di Papua, akan saya didik, sehingga anak-anak itu berhasil dan bahkan mengikuti Olimpiade Sains di dunia,” cerita Camat kepada orangtua murid dan undangan acara wisuda Yayasan TK Cahaya Bukkas.
“Masing-masing anak kita mempunyai keistimewaan masing-masing, hanya saja kita harus terus menggali potensi yang ada dalam diri mereka. Anak saya ada 3 orang, semuanya berbeda beda keahlian dan keistimewaan yang ada dalam dirinya masing-masing. Ada yang seperti saya, ada juga seperti Bunda TK kecamatan,” tambahnya.
Kata Camat, di jaman tekhnologi yang canggih sekarang ini, juga bisa melihat sisi potensi yang ada pada anak melalui alat tekhnologi namanya Stiping, tesnya melalui sidik jari anak, bisa di lihat dari alat tersebut kemana arah masa depan si anak dan kelebihan apa yang ada dalam diri mereka masing-masing.
Harapan Pemerintah Kecamatan dan Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu juga menginginkan anak-anak di desa ini bisa menjadi generasi emas dan ini salah satu dari visi dan misi Bupati Tapanuli Selatan.
“Kita boleh tinggal di kampung, tapi pola akal dan pikiran kita tidak boleh kampungan, generasi anak-anak di kampung harus bisa bersaing di jaman yang semakin canggih,” jlas Camat Angkola Sangkunur.
Di era internet yang semakin canggih, orang tua kata Camat, harus terus mengawasi dan membatasi anak-anak untuk tidak terpengaruh dengan internet, karena sekarang semua serba online dan semakin bebas.
Camat memperingatkan agar orang tua siswa-siswi TK Cahaya Bukkas yang akan di wisuda pada hari ini terus melakukan pengawasan agar tidak “Sayang Ma godang”, artinya saat sudah dewasa tidak berguna.
Karena setiap generasi yang akan dididik akan berbeda jaman dan berbeda cara dan gaya pendidikannya.
Camat juga menyampaikan acara wisuda TK/PAUD se-Kecamatan Angkola Sangkunur, sudah selesai dilakukan, sebanyak 80 siswa-siswi yang sudah selesai diwisuda beberapa hari lalu.
Ketua PLS TK/PAUD Kecamatan Angkola Sangkunur, juga berharap kedepannya anak-anak yang diwisuda hari ini bisa melanjutkannya ke pendidikan yang lebih tinggi dan memiliki budi pekerti yang berakhlak mulia.
Ketua BPD, Hotmaida Batubara mengucapkan terimakasih kepada Ketua Yayasan TK Cahaya Bukkas yang sudah mendidik anak-anak yang akan diwisuda.
Hotmaida juga berharap kedepannya, para futor TK Cahaya Bukkas terus meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik lagi.
“Dan semoga anak-anak yang diwisuda bisa berguna bagi Nusa dan Bangsa,” tutupnya.
Ketua Yayasan TK Cahaya Bukkas, Ryan Ardiansyah S.Pd kepada Harian Tabagsel mengatakan bahwasanya Yayasan TK Cahaya Bukkas sudah ada sejak Tahun 2010 Lalu. Dan pada hari ini akan melepas dan menamatkan sebanyak 18 siswa-siswi TK Cahaya Bukkas.
“Sudah banyak lulusan siswa-siswi dari TK Cahaya Bukkas, semua sudah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” katanya.
Salah satu orangtua murid, Marliani Nasution, S.Pd mengapresiasi kinerja Ketua Yayasan dan para Tutor TK Cahaya Bukkas yang sudah bersabar dan bersusah payah mendidik anak-anak mereka.
“Semoga arwah almarhumah pendiri Yayasan TK Cahaya Bukkas dimasukkan dalam surga dan diampuni segala dosanya,” katanya.
Tetua Adat Bukkas Malombu, Khorin Harahap juga berterimakasihlah kepada Ketua Yayasan TK Cahaya Bukkas, yang telah menjadikan generasi anak-anak untuk menjadi insan yang berguna bagi Desa, Nusa dan Bangsa. Dan untuk masyarakat Desa yang ingin mendaftarkan anaknya ke TK Cahaya Bukkas bisa menghubungi Ketua Yayasan dan Para tutor TK Cahaya Bukkas, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kepala Desa Bukkas Malombu, Sabriyal Siregar juga mengapresiasi langkah tokoh pemuda yang merupakan Ketua Yayasan TK Cahaya Bukkas, Rian Ardiyansah Lubis, S.Pd yang terus berusaha meningkatkan kemajuan desa melalui pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak di desanya.
Amatan Harian Tabagsel, acara berjalan dengan meriah dan sukses. Para siswa-siswi yang diwisuda dilatih mentalnya dengan menari tarian tradisional Sumatera Utara, melantunkan do’a-do’a kepada orangtua dan selamat dunia akhirat serta membacakan ayat-ayat pendek Al-Quran. (Saipul Bahri Siregar)


