PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Terkait pembobolan uang nasabah Bank Rakyat Indonesia, Rudi Siregar warga Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, senilai Rp579,3 juta hingga kini belum ada kepastian dari pihak bank. Tak pelak, hingga kini Rudi mencari keadilan.

Kepada wartawan, Selasa (12/8/2025) siang, Rudi Siregar mengatakan, dirinya merupakan nasabah bank milik BUMN tersebut sejak tahun 2016 silam melalui kantor BRI yang berada di Jalan Willem Iskandar, Medan.

Dimana, rekening tersebut digunakannya sebagai penerima gajinya. Namun, hal tak terduga terjadi pada 23 Juli 2025. Dimana rekening miliknya diretas sehingga saldonya hanya tersisa Rp164 ribu. Dirinya pun kecewa dengan pihak BRI.

“Ada 4 kali transaksi selama 5 menit. Berdasarkan data Laporan Transaksi Finansial dari BRI Cabang Padangsidimpuan. Transaksi tersebut ada 2 kali. Pertama di tanggal 23 Juli 2025 pukul 10.21 senilai Rp200.000.000 masuk ke rekening atas nama DIKI FIRMANSYAH. Kemudian pada pukul 10.22 sebesar Rp200.000.000 masuk ke rekening atas nama KARTINI. Dan pada pukul 10.23, sebesar Rp100.000.000 dan pada pukul 10.25, sebesar Rp79.300.000 ke NBMB NISPIDJA,” urai Rudi.

Aksi pembobolan terhadap rekeningnya ini membuat Rudi kian kuat menduga data miliknya telah bocor. Apalagi, transaksi tersebut melampaui batas limitnya.

“Limit saya transaksi itu Rp20 juta. Karena pernah suatu waktu, saya mau transfer ke rekening isteri saya Rp30 juta tidak bisa. Ini kenapa bisa sampai ratusan juta. Maka saya menduga ini ada keterlibatan oknum-oknum,” duganya.

Akibat aksi pembobolan tersebut, Rudi telah melayangkan somasi ke pihak BRI pada 1 Agustus 2025 silam. Berselang 4-5 hari kemudian, pihak bank melalui Kantor Cabang Padangsidimpuan mengundang dirinya.

“Dalam pertemuan tersebut, mereka menyebut transaksi yang dilakukan melalui Mobile Banking. Padahal, saya tidak pernah ada Mobile Banking. Apalagi sewaktu saya tanya seperti apa SOP nya, pihak bank tidak menjawabnya. Intinya hasil pertemuan tersebut tidak final,” terang Rudi.

Ditambah lagi, selama transaksi berlangsung Rudi sama sekali tidak menerima pemberitahuan. Padahal, dirinya telah mengkaitkan rekeningnya tersebut ke nomor ponsel serta email pribadinya.

“Tidak ada pemberitahuan yang masuk sama sekali. Baik itu SMS banking, serta notifikasi pada email. Makanya, disini itu saya mau menegaskan minta pertanggung jawaban dari pihak bank. Karena uang saya itu saya simpan sama mereka,” pungkasnya.

Kasus yang menerpa Rudi ini telah masuk ke ranah hukum. Dimana Rudi telah melaporkannya ke Mapolres Padangsidimpuan dengan bukti laporan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STTPL/B/343/VII/2025/SPKT/POLRES PADANGSIDIMPUAN/POLDA SUMUT.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP H Naibaho mengatakan, pihaknya saat ini tengah bekerja sama dengan Polda Sumut.

“Ini lagi ke Polda karena ini kan masuk ranahnya Cyber. Makanya kita ke sana,” ucapnya singkat saat ditemui di Mapolres Padangsidimpuan.

Terkait kejadian tersebut awak media ini mencoba melakukan konfirmasi ke pihak BRI cabang Padangsidimpuan namun oleh pihak Bank mengatakan bahwa pimpinan sedang berada di luar kota.

Sebelumnya, aksi pembobolan uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali terjadi. Kali ini, seorang warga Kota Padangsidimpuan menjadi korbannya. Tidak tanggung-tanggung, korban mengalami kerugian senilai Rp579 juta rupiah.

Adalah Rudi Siregar (58) warga Kecamatan Padangsidimpuan Selatan yang menjadi korban pembobolan. Kepada wartawan, Selasa (5/8/2025) siang, Rudi menceritakan aksi pembobolan depositonya.

Diterangkannya, pada Kamis (31/7/2025) siang, dirinya hendak menarik uang tabungan melalui ATM BRI sebesar Rp300 ribu. Namun setelah dirinya menekan angka dan hendak melakukan penarikan, keluar kalimat ” SALDO ANDA TIDAK CUKUP ” di layar mesin tersebut.

“Kemudian saya cek di informasi saldo pada ATM tersebut ternyata tabungan saya hanya sisa Rp164 000, akibat dari kejadian tersebut lalu saya mendatangi kantor Cabang BRI di Jalan Serma Lion Kosong Padangsidimpuan dengan maksud untuk mempertanyakan pada pihak Bank, kenapa uang saya bisa hilang dari tabungan BRI,” ungkapnya. (Sabar Sitompul)