PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Dalam upaya meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, Polres Padangsidimpuan menggelar kegiatan Sosialisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dengan tema “Optimalisasi Pelayanan Publik di Tingkat Desa dalam Upaya Cegah Pungli”.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025, di Balai Desa Salambue, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Wakapolres Padangsidimpuan, Kompol Rahman Takdir Harahap, S.H., Kapolsek Batunadua, AKP Tommat Saragih, S.H., Kasat Binmas Polres Padangsidimpuan, AKP Sulaiman Rangkuti, Camat Padangsidimpuan, Tenggara Eka Yanti Batubara, Kepala Desa Salambue, Ahmad Faisal Rangkuti, S.E., perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, serta personel Polres Padangsidimpuan.
Kegiatan dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Aipda Taufik Harahap, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Salambue, Camat Padangsidimpuan Tenggara, dan Kapolsek Batunadua yang sekaligus memberikan arahan.
Kasat Binmas Polres Padangsidimpuan, AKP Sulaiman Rangkuti, kemudian memaparkan materi tentang pencegahan Pungutan Liar (Pungli) dan pentingnya pelayanan publik yang transparan.
Pemaparan dilanjutkan oleh Bripka M. Jalil Siregar yang memberikan penjelasan teknis terkait langkah-langkah konkret dalam menghindari pungli di tingkat desa.
Puncak acara diisi dengan arahan dan rangkuman materi dari Wakapolres Padangsidimpuan, Kompol Rahman Takdir Harahap, S.H., yang menegaskan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bebas pungli.
“Pungutan liar merugikan masyarakat, menghambat pembangunan, dan mencoreng pelayanan publik. Karena itu, kami mengajak seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk berani menolak dan melaporkan praktik pungli. Polres Padangsidimpuan siap memberikan pendampingan dan perlindungan kepada setiap warga yang ingin mewujudkan pemerintahan desa yang bersih dan transparan,” ujar Kompol Rahman Takdir Harahap.
Sesi tanya jawab menjadi momen interaktif di mana warga dan perangkat desa dapat menyampaikan pertanyaan, kendala, hingga usulan terkait pelayanan publik. Diskusi ini memperkuat komitmen bersama untuk membangun pelayanan desa yang lebih efektif dan bebas pungli. (Rel)


