PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com-‎Belakangan ini perbincangan ditengah-tengah masyarakat kian santer terkait bagi-bagi proyek di Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan ke sejumlah orang, Jum’at (22/08/2025).

‎Isu ini bagai bola salju kian membesar setelah nama-nama oknum jadi perbincangan mulai dari orang dekat penguasa hingga politisi tercatat dalam daftar 42 paket dinas pendidikan.

‎”Memang itu sudah sebulan ini diperbincangkan baik ditingkat kontraktor sampai masyarakat. Kabarnya proyek itu dibagi sesuai keinginan kepala daerah dan wakil kepala daerah,” ucap sejumlah ASN kasak kusuk bergosip ria.

‎Proyek tersebut juga sebagian besar tanpa lelang atau penunjukan langsung.

‎”Itu sebagian penunjukan langsung (PL). Jadi dinas itu menunjuk orang tanpa tahu kompetensinya. Kita duga itu dihunjuk kedua pimpinan. Makanya kami yakin Kadis Pendidikan itu tidak kenal track record perusahaan yang ditunjuk,” kata mereka lagi.

‎Harapannya, agar Aparat Penegak Hukum (APH) mengawasi proyek pendidikan.

‎”Gini, itu kan pasti ada catatan nama orang atau perusahaan. Tinggal APH panggil itu dan tanya dari mana dia dapat paket proyek. Maka akan muncullah nama-nama, mungkin orang dekat kepala daerah atau wakil. Jadi akan ketahuan ini proyek sebenarnya proyek bagi-bagi melalui dinas pendidikan. Kalau Kadis mungkin dia nggak tau itu,” sebut mereka.

‎Untuk diketahui, proyek tersebut sebagian sudah tayang di LPSE. Sedangkan rumor yang beredar ada nama satu orang di tiga proyek dalam buku dosa bagi-bagi proyek. (Rahmat Effendi Nasution)