PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Selain anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Ipong Dalimunthe diduga juga salah satu aktor pendana (Donatur) untuk beberapa aksi Unjuk Rasa (Unras) di Kota Padangsidimpuan.
Hal ini berdasarkan sejumlah fakta yang dikumpulkan, serta pengakuan dari saksi hidup yang ikut serta, Rahmat Nasution. Salah satunya aksi Unras yang terjadi beberapa episode di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan beberapa bulan yang lewat.
Saat itu agenda Unras diantaranya, pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi ADD TA 2023 yang melibatkan mantan Kadis PMD Ismail Fahmi Siregar.
Tidak itu saja, aksi Unras tersebut juga turut menyuarakan dugaan keterlibatan mantan Wali Kota Padangsidimpuan periode 2018-2023 Irsan Efendi Nasution dan beberapa oknum pejabat lainnya.
Saat itu sekelompok mahasiswa dan pemuda dilibatkan untuk melakukan aksi Unras di Kantor Kejari Padangsidimpuan dengan agenda mendesak Kejari Padangsidimpuan untuk membuka tabir dugaan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) TA 2023 yang melibatkan mantan Kadis PMD Ismail Fahmi Siregar dan terduga lainnya yang ikut terseret pada kasus tersebut, seperti mantan Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution dan beberapa oknum pejabat Pemko lainnya.
Dan perlu diketahui juga, dalam aksi yang berlanjut beberapa episode ini juga melibatkan oknum aktivis dari salah satu LSM yang bernama Saut Harahap yang berperan pengendali, pencari massa dan juga sebagai tim orasi saat berlangsungnya aksi Unras di kantor Kejari Padangsidimpuan. kata Rahmat salah satu yang juga ikut pada aksi tersebut.
“Aksi ini juga melibatkan oknum LSM yang bernama Saut Harahap yang berperan sebagai pengendali, pencari massa dan juga sebagai tim orasi saat berlangsungnya aksi Unras di kantor Kejari Padangsidimpuan,” kata Rahmat salah satu yang juga ikut pada aksi tersebut.
Nah, kuat dugaan kata Rahmat, aksi-aksi Unras yang berlangsung di beberapa lembaga dan kantor yang terjadi di Kota Padangsidimpuan ini adalah ulah dari oknum-oknum tersebut, termasuk beberapa aksi Unras di Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan.
Beberapa aksi Unras yang terjadi baik ditingkat lembaga dan kantor di Kota Padangsidimpuan saat ini, kata Rahmat, kuat dugaan ada peran dari oknum-oknum tersebut.
Rahmat meminta supaya APH segera menyikapi permasalahan ini demi tercapainya dan terpeliharanya Kota Padangsidimpuan yang aman dan kondusif.
Sebelumnya, beredar gosip hangat di lopo-lopo kopi Padangsidimpuan bahwa keluarga Wali Kota Padangsidimpuan diduga menguasai proyek-proyek dan penentu jabatan dilingkungan Pemerintah Kota Padangsidimpuan. (Red)


