PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Massa Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syahada Padangsidimpuan menggelar aksi damai di Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan, Kamis (4/9/2025) sore.

Massa membawa 18 tuntutan, agar disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah.

Presiden Mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan, Sumber Rezeki Harahap, lewat orasinya menyampaikan, sebagai kaum intelektual dan penerus, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab moral, ikut merasakan empati dengan kondisi bangsa yang yang terjadi saat ini.

“Kami turun ke jalan hari ini, bentuk bukti kesadaran dan tanggung jawab moral kami sebagai kaum intelektual dan generasi penerus bangsa ini,” ujar Rezeki.

Rezeki menyampaikan, negara seharusnya hadir untuk menyejahterakan masyarakat. Namun, yang tampak justru semakin jauh dari cita-cita keadilan.

“Maka dari itu, kami Mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan, datang untuk menggugat ketidakadilan, dan menuntut perubahan,” ucapnya.

Rezeki menyampaikan, mereka datang membawa 18 tuntutan (12 isu nasional dan 6 isu lokal), untuk disampaikan kepada anggota DPRD Kota Padangsidimpuan.

Adapun 18 tuntutan tersebut, yaitu:

1. Tolak RUU KUHAP yang Tidak Pro-Rakyat

2. Abolisi Tunjangan Mewah DPR & Reformasi Anggaran Parlemen

3. Meminta Seluruh Aparat Kepolisian Diseluruh Indonesia Agar Melepaskan Massa Aksi Yang Ditahan

4. Meminta Kepada Penengak Hukum Agar Memproses Pelaku Pelindas Ojol Dengan Hukuman Yang Seberat-beratnya

5. Redesain Sistem Pemilu dan Partai Politik

6. Penetapan Standar Pendidikan Minimal S2 bagi Calon Anggota DPR

7. Penetapan Standar Pendidikan Minimal S1 bagi Calon anggota kepolisian

8. Revisi UU Omnibus Law Cipta Kerja

9. Pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor

10. Reformulasi Sistem Pemilu 2029

11. Peningkatan Kesejahteraan Guru, Dosen, dan Pendidikan 3T

12. Supremasi Hukum & Kebijakan Pro-Rakyat

Adapun 6 isu lokal (untuk Kota Padangsidimpuan), yaitu:

13. Mendesak DPRD Kota Padangsidimpuan untuk segera merealisasikan program beasiswa pendidikan dari APBD Kota, yang benar-benar Pro-rakyat dan tidak Diskriminatif

14. Percepatan Perbaikan Infrastruktur Kota Padangsidimpuan

15. Kenaikan UMR yang Layak dan Berkeadilan di Kota Padangsidimpuan

16. Transparansi Anggaran Daerah & Anti-Korupsi di Kota Padangsidimpuan

17. Perbaikan Layanan Publik dan Kesehatan di Kota Padangsidimpuan

18. Hentikan Politik Gimmick & Pencitraan Para Pejabat Kota Padangsidimpuan

“Dan kami minta, Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan untuk menandatangani pernyataan sikap kami ini, dan berjanji untuk menyampaikannya kepada pemerintah pusat dan daerah Kota Padangsidimpuan,” pintanya.

Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Sri Fitrah Munawaroh, bersama beberapa anggota DPRD lainnya menyampaikan, siap mengawal pernyataan dan tuntutan mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan.

“Semua tuntutan adik-adik mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan, akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat. Karena kami tidak punya wewenang untuk memutuskan,” kata Munawaroh.

Dan untuk tuntutan kepada pemerintah daerah, juga akan disampaikan kepada pemerintah Kota Padangsidimpuan.

“Kami akan awasi, dan kepada adik-adik silahkan kawal kami, agar tuntutan ini bisa terealisasi,” pungkasnya.

Aksi unjuk rasa ini, mendapat pengawalan ketat dari personel Polri dan TNI. Aksi berjalan aman dan kondusif, hingga massa membubarkan diri.

Diakhir, Ketua DPRD Padangsidimpuan di sumpah menggunakan Al Quran agar menyampaikan tuntutan mereka ke pemerintah pusat disaksikan Wakil Ketua DPRD, Rusydi Nasution, sejumlah anggota DPRD dengan pengamanan Polres Padangsidimpuan dipimipin Kapolres, AKBP Wira Prayatna, TNI dan juga Satpol PP. (Oryza)