PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Kejadian pencurian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan membuat keluarga pasien kecewa bercampur kesal akan pelayanan keamanan dan kenyamanan yang diberikan pihak manajemen RSUD kepada pihak keluarga yang sedang menjaga keluarga tercintanya yang sedang dirawat.
Hal ini disampaikan salah satu keluarga pasien yang bernama Enny Suryani yang saat sedang menjaga ibu tercintanya dirawat di ruangan Kamboja 4 RSUD Kota Padangsidimpuan.
Menurut warga Kampung Salak Kecamatan Padangsidimpuan Utara, dirinya bersama adeknya Farida Agustina menjadi korban pencurian saat menjaga ibundanya tercinta menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Padangsidimpuan.
Didampingi adeknya Farida Agustina, Enny Suryani menjelaskan bahwa kejadian kehilangan handphonenya dengan merk Oppo dan tas adeknya ini saat rehat tertidur diruangan pasien Kamboja 4 RSUD Kota Padangsidimpuan. Enny Suryani saat itu sedang menemani adeknya (Farida Agustina) menjaga ibunda tercinta yang sedang menjalani perawatan intensif.
“Sudah 3 hari kami disini (RSUD) menjaga ibunda kami tercinta sedang menjalani perawatan intensif, dinihari sekitar jam jam 04.00 Wib saat terbangun dari tidurnya adek saya Farida Agustina melihat pintu ruangan pasien sudah terbuka dan melihat HP saya yang sedang di charger dekat mereka sudah tidak ada lagi dan hanya menyisakan charger HP yang tergantung. Selanjutnya, adek saya spontan memperhatikan tasnya juga sudah tidak ada lagi ditempat (raib),” ujar Enny Suryani kepada media ini, Jum’at (26/12/2025) pagi.
Atas kejadian tersebut, dirinya didampingi adeknya langsung menghampiri petugas medis yang jaga saat itu guna menginformasikan kejadian yang dialaminya, akan tetapi tidak ada satupun petugas yang ada di meja piket. Karena panik mereka langsung mencari petugas kesana- kemari dan akhirnya menemukan petugas piket sedang tertidur disalah satu ruangan dekat meja piket lantai 2 bagian paru.
“Saat kita informasikan, petugas terlihat hanya pasrah dan mengatakan, bahwa kejadian yang sama juga terjadi 2 hari yang lewat kepada keluarga pasien yang lainnya. Kemudian, kita juga mempertanyakan CCTV RSUD, guna mengetahui oknum pelakunya, petugas medis dan security langsung menjawab bahwa CCTV RSUD sudah tidak berfungsi lagi,” cerita mereka.
Atas jawaban dari petugas medis dan security RSUD ini mereka merasa kecewa dan menilai management rumah sakit seolah tidak peduli akan keamanan dan keselamatan pasien dan keluarga yang sedang menjalani perawatan ataupun menjaga keluarganya yang sedang menjalani perawatan.
“Atas kejadian dan ucapan dari petugas medis dan security ini tentunya kita menilai pihak manajemen RSUD Kota Padangsidimpuan tidak peduli bahkan melakukan pembiaran atas kejadian yang menimpa keluarga pasien, karena kejadian ini sudah berulang kali terjadi. Ditambah lagi CCTV dan kunci pintu ruangan pasien yang mengalami kerusakan sampai saat ini tidak ada perbaikan,” ungkap Enny Suryani.
Saat pihak manajemen RSUD Kota Padangsidimpuan dikonfirmasi, pihak mereka membantah pernah mengalami pencurian di RSUD.
“Maaf bg anda, selama ini tidak ada pencurian diruangan tersebut, dan kalau masalah kerusakan kunci pintu pasien dan tidak berfungsinya CCTV diruangan tersebut, akan segera kita perbaiki,” sebut Kabid Non Medis RSUD Kota Padangsidimpuan Kombang Ali Yasin Dalimunthe kepada media melalui pesan WhatsApp saat di konfirmasi. (Rahmat Efendi Nasution-HT)


