PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Keberhasilan 21 orang pelajar SMA Negeri 6 Kota Padangsidimpuan menembus Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) tahun 2026 dianggap sebagai pencapaian besar karena ketatnya seleksi berdasarkan rapor dan prestasi. Selain ketatnya persaingan, juga kuota dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) persentasenya makin kecil.
Hal ini di sampaikan Kepala SMA Negeri 6 Padangsidimpuan Hasmaruddin Nasution, M.Pd, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana Muhendri Arichandra, S.Pd. Gr, pada Jumat (4/3/2023).
Muhendri yang sebelumnya menjabat Wakasek Bidang Kurikulum mengungkapkan bahwa tahun ini terjadi peningkatan jumlah murid SMA Negeri 6 yang masuk jalur prestasi, hal ini tidak lepas dari hasil pembinaan sekolah, bimbingan guru, pendamping, dukungan orang tua dan perjuangan siswa.
“Patut kita syukuri atas keberhasilan siswa siswi kita yang tembus ke PTN, karena persaingannya sangat kompetitif. Keberhasilan ini menjadi bukti, dengan pembinaan dan kerja sama seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah ini serta perhatian dari Kepala sekolah, siswa kita mampu bersaing dan meraih kesempatan di perguruan tinggi negeri favorit mereka,” ucapnya.
Lebih jauh Muhendri mengatakan bahwa salah satu hal yang penting di cermati dan diarahkan agar siswa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat serta peluang di PTN yang di tuju. Jangan memilih jurusan dan kampus berdasarkan gengsi atau kampus favorit. Selain itu ia juga berharap agar siswa yang mau masuk PTN dengan berbagai jalur, harus berduskusi dengan orang tua khususnya masalah pembiayaan, apakah itu PTN di Sumatera Utara atau di luar.
“Siswa yang lolos SNBP bila terlambat melakukan daftar ulang atau registrasi dianggap melepaskan haknya atau gugur. Akibatnya, status kelulusan akan dibatalkan, siswa tersebut diblokir oleh sistem sehingga tidak dapat mengikuti seleksi UTBK-SNBT maupun jalur mandiri di PTN manapun pada tahun tersebut,” tegasnya mengingatkan.
Terakhir Muhendri menyampaikan ucapan selamat kepada siswa yang lulus, kemudian memantau situs resmi PTN untuk jadwal daftar ulang, dan menyiapkan berkas administrasi serta dokumen lainnya. Kepada yang belum berhasil lolos SNBP agar mempersiapkan diri dengan lebih matang untuk tes UTBK-SNBT, seleksi mandiri, masih ada kesempatan di depan.
Berdasarkan data resmi yang diakses melalui laman SNBP 2026 mencatatkan persaingan yang sangat ketat dengan hanya sekitar 20,09% – 22% dari 806.242 pendaftar yang berhasil lolos, menunjukkan seleksi jalur prestasi ini semakin kompetitif. Hanya sekitar 155.543 – 178.981 siswa yang berhasil mengamankan kursi di PTN.
Keberhasilan ini tak lepas dari Nilai Rapor semester 1-5. Prestasi Akademik dan Non-Akademik. Portofolio (khusus prodi seni dan olahraga),dan strategi pemilihan prodi.
Peluang ikut SNBP sangat dipengaruhi oleh status sekolah. Kuota siswa eligible atau siswa kelas 12 yang memenuhi syarat akademik dan masuk dalam kuota peringkat terbaik, juga ditentukan berdasarkan akreditasi sekolahnya. Sekolah dengan Akreditasi A memperoleh jatah 40 persen siswa terbaik, Akreditasi B sebesar 25 persen, dan Akreditasi C serta lainnya hanya 5 persen. Kondisi ini membuat persaingan internal di sekolah tak kalah sengit dibandingkan persaingan nasional. (Anas Nasution-HT)
