Penulis: Ketua Sarekat Hijau Indonesia Sumatera Utara, Hendrawan Hasibuan

 

Hari Buruh bukan hanya tentang relasi antara pekerja dan upah, tetapi juga tentang relasi yang lebih dalam: antara kerja, kehidupan, dan keberlanjutan bumi. Buruh tidak berdiri di luar alam, mereka adalah bagian dari ekosistem yang sama yang hari ini sedang mengalami krisis.

Sarekat Hijau Indonesia memandang bahwa krisis yang dihadapi buruh hari ini adalah krisis ganda: eksploitasi tenaga kerja dan eksploitasi alam yang berjalan beriringan. Di sektor pertanian dan perkebunan, buruh bekerja dalam kondisi rentan, upah rendah, tanpa kepastian kerja, sekaligus terpapar kerusakan lingkungan dan bahan kimia berbahaya.

Dalam perspektif hijau, keadilan bagi buruh tidak bisa dipisahkan dari keadilan ekologis. Tidak akan ada pekerjaan yang layak di atas bumi yang rusak.

Untuk itu, kami menyatakan sikap:

Menuntut kerja layak dalam sistem ekonomi yang berkeadilan ekologis

Pekerjaan yang layak harus menjamin tidak hanya upah, tetapi juga keberlanjutan lingkungan tempat buruh hidup dan bekerja

Menghentikan model produksi eksploitatif

Kami menolak sistem pertanian dan perkebunan industri yang merusak hutan, tanah, dan air, serta menggantinya dengan pendekatan agroekologi yang adil bagi buruh dan alam

Perlindungan kesehatan buruh dari racun lingkungan

Negara harus menghentikan penggunaan bahan kimia berbahaya tanpa perlindungan, serta menjamin hak buruh atas lingkungan kerja yang sehat

Reforma agraria dan keadilan akses sumber daya

Buruh tani harus memiliki akses terhadap tanah dan sumber kehidupan, bukan sekadar menjadi tenaga kerja murah di atas tanah yang dikuasai korporasi

Pengakuan peran buruh sebagai penjaga ekologi

Buruh, terutama petani dan pekerja kebun, adalah garda depan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Peran ini harus diakui dan diperkuat

Solidaritas antara gerakan buruh dan gerakan lingkungan

Kaum hijau mendorong persatuan antara perjuangan buruh dan perjuangan ekologis sebagai kekuatan transformasi menuju masa depan yang adil dan lestari

Hari Buruh adalah pengingat bahwa kerja bukan sekadar produksi, tetapi bagian dari relasi kehidupan. Ketika alam rusak, buruhlah yang pertama merasakan dampaknya

Hidup Buruh!

Hidup Ekologi!

Hidup Keadilan!