MANDAILING NATAL, hariantabagsel.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Mandailing Natal melaksanakan kegiatan Magrib Mengaji bagi anak-anak di Desa Paran Tonga, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 24 Desa Parantonga dengan Dosen DPL, Anni Marhamah, M.Pd.

Kegiatan Magrib Mengaji merupakan salah satu program keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan anak-anak serta membiasakan mereka membaca dan mempelajari Al-Qur’an sejak dini.

Kegiatan Magrib Mengaji mulai dilaksanakan pada 5 Juli 2026 dan pada dua minggu pertama dilaksanakan secara rutin setiap malam setelah salat Magrib hingga waktu Isya. Kegiatan tersebut bertempat di Posko KKN Desa Paran Tonga dan diikuti oleh anak-anak yang berada di lingkungan sekitar.

Setelah pelaksanaan rutin selama dua minggu, kegiatan Magrib Mengaji kemudian dilanjutkan pada Minggu malam, karena pada malam-malam lainnya anak-anak juga mengikuti kegiatan mengaji bersama guru mengaji mereka.

Pada awal pelaksanaan, mahasiswa KKN melakukan pengenalan dengan anak-anak yang mengikuti kegiatan Magrib Mengaji.

Tahap pengenalan dilakukan untuk membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dengan anak-anak sekaligus menciptakan suasana belajar yang nyaman.

Pengenalan ini menjadi langkah awal agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan lebih terbuka dan tidak merasa canggung ketika berinteraksi dengan mahasiswa KKN.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Magrib Mengaji tidak hanya diarahkan pada kegiatan membaca Al-Qur’an, tetapi juga diisi dengan pembelajaran dasar keagamaan.

Mahasiswa KKN mendampingi anak-anak dalam membaca Al-Qur’an, memperhatikan bacaan mereka, serta memberikan arahan ketika terdapat bacaan yang perlu diperbaiki.

Setelah tahap pengenalan, anak-anak mengikuti kegiatan mengaji bersama. Mereka berkumpul di Posko KKN dengan membawa Al-Qur’an masing-masing. Mahasiswa KKN kemudian mendampingi proses pembelajaran dan membantu anak-anak sesuai dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang mereka miliki.

Kegiatan mengaji bersama dilakukan dalam suasana yang sederhana dan kekeluargaan. Anak-anak diberikan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an dan mendapatkan bimbingan secara langsung.

Pendampingan tersebut dilakukan agar anak-anak dapat memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap.

Selain membaca Al-Qur’an, mahasiswa KKN juga memberikan pembelajaran mengenai ilmu tajwid.

Pembelajaran tajwid menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Magrib Mengaji karena anak-anak tidak hanya diharapkan mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengetahui dasar-dasar cara membaca yang sesuai dengan kaidah tajwid.

Pembelajaran tajwid dilakukan dengan memberikan penjelasan secara sederhana dan dilanjutkan dengan praktik membaca.

Mahasiswa KKN membimbing anak-anak dalam mengenali dan menerapkan kaidah tajwid ketika membaca Al-Qur’an. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan mempraktikkan bacaan yang telah dipelajari.

Pelaksanaan kegiatan setelah Magrib hingga waktu Isya dipilih agar anak-anak dapat memanfaatkan waktu tersebut dengan kegiatan yang positif. Waktu tersebut juga memungkinkan anak-anak untuk berkumpul setelah melaksanakan salat Magrib sehingga kegiatan pembelajaran Al-Qur’an dapat dilakukan secara teratur.

Pada dua minggu pertama pelaksanaan, kegiatan Magrib Mengaji dilakukan secara rutin setiap malam. Pelaksanaan secara rutin tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk membangun kebiasaan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an.

Setelah dua minggu, jadwal kegiatan disesuaikan dengan aktivitas mengaji anak-anak bersama guru mengaji mereka.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan Magrib Mengaji pada Minggu malam, sementara pada malam lainnya anak-anak tetap mengikuti pengajian bersama guru mengaji yang sudah biasa membimbing mereka.

Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan agar kegiatan mahasiswa KKN dapat berjalan sejalan dengan kegiatan keagamaan yang telah ada di masyarakat.

Dengan demikian, program Magrib Mengaji tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru mengaji di Desa Paran Tonga, melainkan menjadi kegiatan pendamping yang turut membantu anak-anak dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman dasar keagamaan.

Kegiatan Magrib Mengaji juga menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat berinteraksi secara langsung dengan anak-anak sekaligus memberikan pendampingan dalam bidang pendidikan keagamaan.

Interaksi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang positif bagi mahasiswa maupun anak-anak yang mengikuti kegiatan.

Bagi anak-anak Desa Paran Tonga, kegiatan Magrib Mengaji diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memahami dasar-dasar ilmu tajwid, serta menumbuhkan kebiasaan mengikuti kegiatan keagamaan.

Pembiasaan membaca Al-Qur’an sejak dini juga diharapkan dapat membantu membentuk sikap dan karakter anak yang lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, bagi mahasiswa KKN STAIN Mandailing Natal, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan program kerja di bidang keagamaan.

Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga berusaha menjadi pendamping yang memberikan motivasi dan bimbingan kepada anak-anak selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan Magrib Mengaji yang dilaksanakan di Posko KKN Desa Paran Tonga, mahasiswa KKN STAIN Mandailing Natal berupaya memberikan kontribusi dalam mendukung pendidikan keagamaan anak-anak.

Kegiatan yang dimulai sejak 5 Juli 2026 tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dan mendorong anak-anak untuk terus mempelajari Al-Qur’an, baik bersama mahasiswa KKN maupun bersama guru mengaji mereka.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kebiasaan membaca Al-Qur’an dan mempelajari ilmu tajwid dapat terus dipertahankan oleh anak-anak Desa Paran Tonga. Magrib Mengaji bukan hanya menjadi kegiatan selama mahasiswa KKN berada di desa, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat semangat anak-anak untuk terus belajar Al-Qur’an dan meningkatkan pemahaman keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. (Sahrul Harahap-HT)