PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Sungai Batang Lubu di Kecamatan Batang Lubu Sutam kembali mengamuk, Jumat (11/9) malam kemarin sekira pukul 10.45 WIB. Air sungai yang membesar membludak dan menjebol dinding tanggul tanah sisi kanan sungai.

Akibatnya, sejumlah rumah terdampak banjir. Kebun sawit hanyut dan tergenang.

Lebih dari itu, berkisar Puluhan hektar aliran sawah disisi sungai lainnya, terhambat. Saat ini kondisi sawah sedang dalam proses pembuahan, proses keluarnya bulir padi, yang disebutkan masih membutuhkan air.

Safaruddin Nasution, salah seorang korban dampak banjir ini saat berbincang, Senin (14/9) di Sibuhuan mengaku cukup berpengaruh terhadap banjir tersebut. Warung kopi miliknya, tak jauh dari bendungan, serta 70 batang pohon sawit hanyut terbawa air.

Warung dan kebun sawit tersebut merupakan mata pencaharian. Dan kini, paska kejadian tanggul jebol, tidak ada lagi sumber pendapatan.

“Paling tersisa kira kira 10 batang lagi. Itupun tergenang air, tidak bisa dipanen. Sisanya tumbang, hanyut,” terang Safaruddin.

Berdasarkan keterangan Camat Batang Lubu Sutam, Sainal Abidin Nasution, terdapat tanggul jebol tersebut berkisar sepanjang 50 meter. Debit air yang pindah menghanyutkan sedikitnya 130 batang sawit.

Tidak itu saja, aliran air berkisar 83 hektar lahan persawahan terputus. Serta Dua rumah warga terancam.

“Akibat dari tanggul jebol bendungan Pulo Payung dapat kami laporkan bahwa Luas tanggul jebol lebih kurang 50 meter. Pokok sawit usia panen yang hanyut lebih kurang 130 batang. Luas sawah yang terputus airnya lebih kurang 83 hektar, Rumah yang terancam ada 2 rumah, milik Goloman lubis (6 anggota keluarga) dan Ahmad Riadi lubis (6 anggota keluarga),” kata Camat.

/Tim Reaksi Cepat BPBD Sigap Merespon/

Mendapati kabar jebolnya tanggul bendungan Pulo Payung tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun paska kejadian. Berikut pengumpulan data langsung dilakukan.

Dan hari ini, Senin (14/9) 1 unit alat berat diturunkan ke lokasi. Pemulihan tanggul menggunakan alat berat akan dilaksanakan, dengan upaya memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.

“Dan sudah kita hitung, hari ini turun alat berat. Besok sudah mulai dikerjakan. Karena selain harus cepat, akibat tanggul jebol ini banyak sawah yang tidak dialiri air lagi. Sementara kondisi tanaman masih membutuhkan asupan air. Mari kita doakan agar secepatnya selesai ditangani,” tandas Hanafi Lubis, Kasubbid Tanggap Darurat BPBD. (Parningotan Aritonang-HT)