“Tadi kita lakukan pencarian sampai ke daerah danau, namun saat jalan pulang ke Posko, kita kembali menelusuri sungai Batangtoru dan korban kita temukan mengapung di tepi sungai Batangtoru, tepatnya Desa Bandar Tarutung atau sekitar 20 kilometer dari lokasi hanyutnya korban,” jelas Kapten Inf Halasson Sirait.
Hingga Minggu sore, jenazah korban masih dalam perjalanan menuju ke Daerah Mabang Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru.
“Sabar ia kita masih dalam perjalanan menuju Desa Mabang, atau sekitar setengah jam perjalanan. Rencananya jenazah korban akan langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Batangtoru untuk dilakukan visum,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, enam santri putri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Ahmad Basyir, di Dusun Parsariran, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), hanyut terseret arus Sungai Parsariran yang meluap , Jumat (3/3/2023), sekira pukul 15.00 WIB.
Satu orang santri ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, satu orang lagi masih hilang dan dalam pencarian, sedangkan 4 orang lainnya selamat.
Untuk identitas para korban yang hanyut terbawa arus sungai, Amanda (12) warga Desa Pangarongan Batang Toru, Windi (12) warga Aek Pardomuan Angkola Sangkunur, Sania (12) warga Desa Wek III Batang Toru, Silha (13) warga Gunung Tua Marancar, sedangkan 1 orang yang meninggal dunia yakni Zuriah (12) warga Angkola Sangkunur. (SMS)
