TAPANULI SELATAN, HARIAN TABAGSEL.com– Warga yang terdampak banjir bandang di Desa Huta Padang dan Hurase, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengeluhkan lambatnya penanganan yang di lakukan pemerintah, Jumat (22/11/2024).

Adil Nababan, Minggu (24/11) kepada wartawan mengatakan, hingga saat ini pasca bencana banjir warga yang terdampak akibat banjir tersebut mengaku belum mendapat perhatian dan bantuan sama sekali dari pemerintah Kabupaten Tapsel atau pihak pemerintah Kecamatan Batang Angkola.

Padahal kata Adil, akibat banjir itu telah mengakibatkan rumah mengalami rusak berat dan ringan, begitu juga dengan irigasi pertanian sehingga warga tidak bisa beraktivitas sama sekali.

“Kalau tidak ditangani secepatnya, kami sebagai warga khwatir terjadi banjir susulan karena cuaca sampai saat ini tidak bersahabat,” katanya.

Ketika wartawan menanyakan masalah bantuan, Adil menjelaskan bantuan apapun belum ada mereka terima sama sekali dari Pemkab Tapsel.

Adil menyebutkan, akibat banjir itu juga telah mengakibatkan 2 unit rumah hanyut dan hancur di Desa Hurase sementara di Desa Hutupadang ada 5 unit rumah rusak berat dan sebagian rumah warga mengalami rusak ringan.

Atas kondisi ini warga Huta Padang dan Hurase, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel, mengharapkan kepada pemerintah agar segera membersihkan material sisa banjir bandang dari rumah warga sehingga bisa beraktivitas kembali.

Sementara Camat Batang Angkola, Nursia Siregar mengaku sudah menyampaikan laporannya kepada Pemkab Tapsel untuk penanganan banjir yang terjadi terjadi di Desa Huta Padang dan Hurase.

“Karena kita lebih fokus menangani para korban luka atau 2 warga yang meninggal dunia di Desa Sipange Siunjam karena kondisi disana lebih memprihatinkan. Kami sudah membuat laporan sejak kemarin agar diturunkan alat berat menangani paska banjir karena ada 5 unit rumah di Desa Huta Padang dan 2 unit rumah di Desa Hurase mengalami kerusakan parah . Tentu saja warga khawatir karena setiap hari turun hujan,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras beberapa hari Ini mengakibatkan banjir bandang di tiga desa di Kabupaten Tapsel, Sumatera Utara.

Banjir Bandang tersebut terjadi sekira pukul 23.00 Wib ini melanda Desa Sipange Siunjam (Kecamatan Sayur Matinggi), Desa Huta Padang, dan Desa Hurase (Kecamatan Batang Angkola).

Berdasarkan keterangan dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, P. Mashuri, banjir datang sangat cepat, membawa air bercampur lumpur, ranting kayu, serta bebatuan yang merusak sejumlah rumah warga.

Hujan yang mengguyur wilayah tersebut membuat tinggi muka air di beberapa sungai meningkat, hingga mengakibatkan banjir bandang di beberapa desa yang ada di Kecamatan Batang Angkola).” katanya.

“Petugas langsung ke lokasi untuk melakukan penyisiran serta mengimbau warga untuk menjauh dari aliran sungai,” imbuhnya.

“Saat ini, jumlah kerusakan rumah serta kerugian materil belum dapat dipastikan. Tim terkait masih melakukan pendataan dan akan memberikan laporan lebih lanjut secepatnya,” lanjutnya lagi.

Selain kerusakan material, banjir bandang juga menelan korban jiwa. Informasi warga, seorang warga Desa Sipange Siunjam, Sudirman Nainggolan (55), ditemukan meninggal dunia. Satu korban lainnya, Sulan Pulungan (60), hingga kini masih dalam pencarian.

Pemerintah daerah bersama pihak TNI Polri baik itu dari Polres tapsel dan Kodim 0212/TS terus berupaya melakukan proses evakuasi dan penanganan korban bencana dilakukan dengan prioritas untuk keselamatan dan pemulihan daerah yang terdampak. (SMS)