PADANG LAWAS, HARIAN TABAGSEL.com- Robby Efendy Hutagalung, Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Sumatera Utara terjun ke KPU Padang Lawas, Sabtu (22/3) kemarin. Dalam lawatannya, Robby memonitor gudang logistik di jalan Listrik Lingkungan VI Pasar Sibuhuan.

Disitu komisioner KPU tingkat I ini mengaku pihaknya senantiasa siap menerima kritik dan masukan. Itu sebagai bentuk pengingat, untuk selanjutnya dapat berubah, baik secara person atau kelembagaan.

“Kita berharap terima kritik, lalu berubah lah. Selalu saya ingatkan, adik-adik kita komisioner KPU Padang Lawas. Kami KPU menerima masukan,” kata Robby saat dimintai tanggapan soal 3 komisioner KPU Palas yang jarang ngantor.

Selepas kunjungan yang dibumbui bincang-bincang ringan itu, rencananya Robby selanjutnya beranjak ke KPU Tapsel. Disela bincang-bincang, salah seorang Komisioner KPU Padang Lawas sempat berontak, membantah ditengah perbincangan.

Hal itu dipicu adanya dugaan pertemuan 3 komisioner KPU yang jarang masuk tersebut dengan Bupati terpilih.

“Abang jangan asal ngomong,” bantah Hamid Zumary Hasibuan, membantah ditengah perbincangan.

Namun, langsung suasananya dibuat cair lagi oleh Robby, Komisioner KPU Sumut. Dan lalu meninggalkan Padang Lawas menuju Tapsel.

Ternyata tidak sampai disitu, dia dari tiga Komisioner KPU yang diberitakan jarang ngantor seolah tidak puas. Lalu mendatangi awak media, mempertanyakan perihal isu pertemuan dengan bupati terpilih.

Hamid dan Mardin tidak terima dugaan itu diperbincangkan bersama komisioner KPU Provinsi. Yang seolah menjatuhkan harkat martabat 3 komisioner yang jarang ngantor tersebut.

Adu mulut sempat terjadi. Hingga akhirnya sepakat duduk dengan kepala dingin.

“Jangan lah pula kami aja yang dibilang bertemu, kan mereka (2 komisioner lainnya) juga ada ketemu,” bantah Hamid, menuduh dua komisioner lainnya juga bertemua dengan bupati terpilih.

Usut punya usut, 5 komisioner KPU Padang Lawas terkesan terbagi 2 kelompok. Ini berbuntut pada tingkat kehadiran dan profesional kerja bagi komisioner KPU.

Hingga 3 dari 5 komisioner jarang masuk kantor dan kerap meninggalkan tugas. Suasana hal canggung seperti ini juga sudah dirasakan KPU Provinsi.

“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan semua akan kembali baik. Dan komunikasi juga nanti akan lebih intens, baik kepada pihak manapun,” tukas Robby. (Parningotan Aritonang)