PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Partai yang sejatinya jadi katalisator perubahan (lebih baik) justru terkesan berubah jadi tameng pelindung diri.
Pemerhati Politik Kota Padangsidimpuan, Baun Aritonang menyampaikan pandangannya terkait statement Sekjen Gerindra Sumut, Suriah Santoso di beberapa media yang menyatakan sejumlah kepala daerah gabung ke Gerindra.
“Ya saya juga sempat terkejut membaca beberapa artikel yang tersiar dibeberapa media baru-baru ini, dimana para kepala daerah dan wakil kepala daerah di Sumut ramai-ramai bergabung dengan Gerindra. Selaku pengamat politik saya menilai jika langkah itu mereka ambil untuk back-up politik,” ucapnya.
“Pun demikian kita juga harus turut khawatir tentang opini liar diluar sana, tentu sebagai partai besar Gerindra harus berpikir tentang nilai-nilai yang sudah sempat terbangun antara Ketua DPC, kader dan partisipan di masing-masing daerah,” sambungnya.
Kabarnya para kepala daerah ramai-ramai masuk Gerindra dan saat ini kepala daerah dan wakil kepala daerah itu sedang proses pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra dan nantinya bakal diumumkan secara resmi.
Apa Kabar Dengan Nilai Kaderasasi?
“Saya menilai fenomena itu merupakan langkah politik aman para kepala daerah dan wakil kepala daerah,” ulasnya.
Ya, Gerindra hari ini sebagai partai berkuasa di Indonesia dinilai menjadi magnet bagi politisi untuk bergabung. Kepala daerah dan wakil kepala daerah itu dinilai membutuhkan back-up politik dalam dukungan anggaran dan kebijakan.
“Jadi secara hitungan politis bagi para pemegang kekuasaan saat ini. Gabung partai penguasa adalah salah satu langkah untuk melanggengkan kekuasaan mereka. Namun secara kaderisasi ini merusak tatanan dan perjuangan para kader yang membangun jejak politiknya dari bawah dan tentunya bakal menimbulkan gejolak. Apalagi yang baru masuk itu langsung mendapatkan posisi Ketua atau masuk dalam jajaran pengurus inti,” katanya.
Dirinya berharap masuknya kepala daerah ke Gerindra tidak hanya untuk kepentingan pribadinya saja untuk mempertahankan kekuasaannya semata.
Tetapi juga dapat berimbas untuk kebaikan masyarakat di daerah yang dipimpinnya dengan cara mampu menyelaraskan kebijakan pusat ke daerah dan terutama mampu menggiring anggaran sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan Gerindra sebagai partai penguasa melalui Presiden RI, Prabowo Subianto selalu Ketua Umum Gerindra. (Parlin Pohan)

