PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan melalui Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga melakukan kegiatan gotong royong kerja bakti untuk memperbaiki saluran irigasi yang tertimbun longsoran pasca bencana alam beberapa waktu lalu.
Pihak BPBD Kota Padangsidimpuan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup parit dan akses saluran irigasi Tanggal yang berada di jlJalan Raja Inal Siregar, Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sabtu, (24/5/2025) Sore.
Pembersihan material longsoran itu dilakukan dengan menerjunkan alat berat dan truk membuka akses arus Irigasi dan parit yang tertimbun longsor.
Dedi Iriansyah, Plt Kepala BPBD Kota Padangsidimpuan, Sabtu (24/5/2025) Sore, mengatakan bahwa perbaikan saluran irigasi tersebut sangat penting untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian warga.
“Kami merasa prihatin dengan kondisi saluran irigasi dan parit yang tertimbun longsoran akibat bencana alam beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, kami dari BPBD bersama dinas terkait dan para petani melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan dan memperbaiki saluran irigasi tersebut,” kata Dedi.

Selain itu, Dedi juga menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif warga dan dinas terkait dalam kegiatan gotong royong ini. Menurutnya, kerja bakti ini merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan masyarakat dalam mengatasi dampak bencana alam yang terjadi, Kamis (13/3/2025) lalu.
“Dengan gotong royong ini, kami berharap dapat mempercepat proses Pembukaan Batu Lubang yang sempat tertimbun Longsor, sehingga saluran irigasi pertanian warga dapat segera pulih dan kembali berproduksi seperti sediakala,” harapnya.
Lanjut Dedi, kegiatan gotong royong kerja bakti tersebut diikuti oleh BPBD, Dishub, Dinas LH, Damkar, Satpol PP dan puluhan warga petani yang kompak bahu membahu bekerja keras membersihkan saluran irigasi yang tertimbun longsoran.
“Mereka bekerja dengan penuh semangat dan antusiasme, menunjukkan kesungguhan mereka dalam mendukung upaya pemulihan pasca bencana alam,” terangnya.
kegiatan gotong royong sudah berlangsung 2 hari, Jumat dan Sabtu, diharapkan saluran Irigasi Tanggal dapat segera pulih dan berfungsi dengan baik untuk mendukung kegiatan pertanian warga.
“Pemerintah kKota Padangsidimpuan juga berkomitmen untuk terus melakukan upaya-upaya pemulihan pasca bencana alam demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Aksi Tanam Pohon Bambu di Lokasi Longsor
Untuk mencegah bencana tanah longsor pada kemiringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan mempunyai cara tersendiri.
Langkah yang dilakukan diantaranya penanaman pohon bambu di berbagai lokasi longsor yang berada di daerah Tanggal karena tanaman ini juga punya beragam manfaat bagi lingkungan hidup.
Tanaman berakar kuat ini bermanfaat mencegah longsor dan banjir, melindungi infrastruktur, memperbaiki kualitas air, menyerap racun, dan menyuburkan tanah.
“Fungsi mencegah longsor dan banjir ini yang menarik, sehingga digalakkan untuk ditanam, tentu selain memiliki beragam fungsi lain,” kata Plt Kepala BPBD Kota Padangsidimpuan, Dedi Iriansyah.
Ia menjelaskan, akar bambu ini mampu mengikat tanah, karena bisa panjang dan melebar akarnya.
Kegiatan penanaman pohon bambu ini menurut Dedi juga menjadi bagian dari mitigasi bencana. Semakin banyak tanaman pohon maka perbukitan tanggal akan terjaga.
Dirinya berharap masyrakat diminta jangan sembarangan menebang pepohonan di kawasan ini. (Sabar Sitompul)

