PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Puluhan massa dari sejumlah aliansi di Kota Padangsidimpuan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Padangsidimpuan, Rabu (18/6/2025) siang. Mereka meminta pertanggungjawaban TPA Batu Bola.

Uniknya halaman Kantor Walikota Padangsidimpuan pada Rabu (18/06) Siang tiba-tiba berbau pesing dan jorok setelah dikirimi 1 truk sampah oleh para pengunjuk rasa.

‎Dimana sampah tersebut dibawa puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pejuang Hak rakyat Sumatera Utara ini dengan mengendarai roda dua serta satu truk sampah.

‎Pantauan media, massa hadir pada pukul 14.30 WIB ini lengkap dengan pengeras suara langsung membuang sampah dari bak truk persis di pintu masuk kantor Walikota Padangsidimpuan.

Dalam orasinya, Ketua Aliansi Generasi Muda, Haris Munandar meminta Walikota atau Wakil Walikota Padangsidimpuan agar memanggil dan mengevaluasi Dinas Lingkungan Hidup terkait hasil investigasi yang telah mereka lakukan di TPA Batu Bola.

“Kami meminta Pemerintah Kota Padangsidimpuan agar merealisasikan keputusan Walikota Padangsidimpuan, No. 463/KPTS/2017 tentang Lokasi TPA yang berlokasi di Desa Batang Bahal, Kecamatan . Padangsidimpuan Batunadua,” teriak massa.

Tidak hanya itu massa juga meminta pertanggungjawaban kepada Dinas Lingkungan Hidup terkait kompensasi akibat pencemaran aliran Aungai Batang Ayumi kepada masyarakat terdampak.

“Kami meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan agar memberikan pernyataan terkait pengelolaan limbah sampah yang ada di TPA Batu Bola. Kami juga meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Kota Padangsidimpuan agar segera mengambil tindakan terkait penanganan Sampah di Kota Padangsidimpuan khususnya Di TPA Batu Bola yang sudah melebihi kapasitas,” teriak massa lagi.

Bahkan, massa juga meminta secara tegas kepada Ketua DPRD sebagai Perwakilan Rakyat agar melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) terkait pengelolaan Sampah Di Kota Padangsidimpuan.

Dalam aksi ini, massa juga turut membawa truk yang berisi sampah dan menumpahkannya di halaman kantor Wali Kota.

Setelah berorasi selama lebih dari 30 menit, aksi massa pun langsung ditanggapi Walikota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe.

Kepada massa aksi, orang nomor satu di Kota Padangsidimpuan ini mengapesiasi kepada pengunjuk rasa yang telah peduli terhadap lingkungan di Kota Padangsidimpuan ini.

Foto: Tumpukan sampah yang di buang para demonstran menggunakan satu unit mobil truk di halaman kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Rabu (18/6/2025). (Ist)

Dalam waktu dekat kata Letnan, Pemko Padangsidimpuan dengan dinas terkait akan melakukan koordinasi terkait dengan lahan yang di Desa Batang Bahal.

“Kalau memang TPA yang ada di Batu Bola itu sudah over, saya sepakat kepada rekan-rekan untuk memindahkan TPA tersebut ke lahan yang kita miliki yaitu di Batang Bahal. Akan tetapi kami masih mengusahakan pengurusan pembukaan TPA baru. Kepada Bapak Kadis Lingkungan Hidup, tolong tuntutan adek-adek ini dipelajari secara seksama dengan jajaran,” ungkapnya.

Bahkan, dirinya mengatakan berupaya transparan untuk membangun Kota Padangsidimpuan ini.

“Saya berterima kasih terhadap masukan-masukan yang diberikan oleh rekan-rekan sekalian. Kepada Bapak Kadis Lingkungan Hidup, masukan dari adek-adek tadi yang mengatakan bahwa ada kenalan mereka yang mempunyai alat pengolahan sampah di Tapteng, agar segera ditindak lanjuti,” pungkasnya.

Setelah mendengar keterangan dari Walikota, Letnan, massa aksi pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (Parlin Pohan)