PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Gerakan Muda GRIB Kota Padangsidimpuan, batal melakukan aksi demo hari ini, Senin (30/6/2025) sesuai dengan surat pemberitahuan aksi tertanggal 24 Juni 2025 tentang dugaan pungli banderol untuk mendapatkan jabatan yang diduga dilakukan Wakil Walikota Padangsidimpuan, Harri Pahlevi Harahap.
Rencana aksi ini sendiri adalah rangkaian dari pelaporan oleh sejumlah aktivitas ke KPK tentang adanya dugaan pungli tersebut beberapa waktu sebelumnya.
Sebelumnya setelah surat pemberitahuan aksi yang ditandatangani Ketua GM GRIB, Jojo Simanjuntak dan Sekretaris, Saiful Anwar ini tersebar luas, sudah diprediksi bahwa aksi demo ini akan batal.
Hal ini bisa dipastikan mengingat bahwa Pembina GRIB adalah Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe. Bahkan Sekjen GRIB yang juga anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari PKB, Ipong Dalimunthe adalah abang kandung Wali Kota Padangsidimpuan.
Sementara Gerakan Muda GRIB sendiri adalah organisasi sayap pemuda ormas GRIB. Sehingga kemungkinan sayap ormas ini melakukan aksi unjuk rasa dinilai tidak bakalan terjadi atas dasar tersebut di atas.
Meski begitu, belum diketahui apa alasan pembatalan demo ini secara pasti. Karena pihak-pihak yang berkepentingan belum ada yang berhasil di konfirmasi.
Sementara itu adapun isi tuntutan aksi yang tertera dalam surat pemberitahuan aksi itu;
1. GM GRIB JAYA PSP mendugah ada nya pungli bandrol jabatan tersebut bervariasi, Untuk jabatan SEKDA Rp1,5 MILYAR
2. GM GRIB JAVA PSP Mendugah Ada nya pungli bandrol jabatan tersebut bervariasi. Untuk jabatan KADIS Rp500-800 juta
3. GM GRIB JAYA PSP Mendugah Adanya Pungli bandrol jabatan tersebut bervariasi. SEKRETARIS Rp300juta
4. GM GRIB JAYA PSP Mendugah Adanya Pungli bandrol jabatan tersebut bervariasi KABID Rp150-200 Juta.
5. Kami meminta kepada kejaksaan negeri padang sidempuan agar memanggil dan memeriksa wakil walikota padang sidempuan yang Dimana kami menduga ada nya pungli bandrol jabatan
6. Kami meminta kepada pihak yang berwajib agar mencopot jabatan pak wakil walikota padangsidempuan yang Dimana kami mendugah telah menyalagunakan jabatan atau penyalagunaan wewenang.
Pengamat publik Kota Padangsidimpuan, UF Hasibuan menilai apa yang terjadi saat ini seolah-olah sedang terjadi ketegangan dan saling berebut pengaruh kekuatan serta kekuasaan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padangsidimpuan.
“Kalo jadi demonya makin menunjukkan memang ada keretakan diantara keduanya, seolah-olah orang dibalik demo ini adalah Letnan Dalimunthe sebagai Pembina GRIB, melalui abangnya Sekjen GRIB, Ipong Dalimunthe. Maka untuk menstabilkan suasana politik dan kepercayaan publik maka demo ini tidak boleh terlaksana,” jelasnya.
Disamping itu, Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Harry Pahlevi Harahap seharusnya segera muncul untuk menjelaskan kepada publik atas tuduhan dugaan pungli tersebut yang sudah dilaporkan ke KPK.
“Ini perlu dilakukan klarifikasi. Menjelaskan kepada publik agar tidak terjadi fitnah dan pencemaran nama baik. Apalagi sampai dilaporkan ke KPK tentu memancing rasa penasaran publik. Benar apa tidak. Jangan juga laporan ini dijadikan ‘ladang’ untuk sekedar menggertak dan meminta uang. Kita berharap laporan awal ini bisa jadi pintu bagi penegak hukum untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai jadi fitnah. Urusannya bisa panjang kalo jadi pencemaran nama baik,” tuturnya. (***)


