PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Petugas Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan bergerak cepat usai menerima laporan aksi pembacokan yang terjadi di lingkungan sekolah, hanya dalam hitungan jam pelaku pembacokan pedagang bakso keliling berhasil dibekuk petugas.

Informasi yang dihimpun wartawan, Jumat (18/7/2025) siang menyebutkan, pelaku yang berinisial SH (28) tersebut dibekuk petugas di kawasan kediamannya Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.

Saat ini, pelaku tengah diperiksa secara intensif di Mapolres Padangsidimpuan.

“Iya benar, terduga pelaku telah kita amankan dan lagi diperiksa,” ucap Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP H Naibaho kepada Wartawan Media ini.

Berdasarkan informasi pihaknya menindaklanjuti info tersebut, dan sesampainya di TKP Team langsung mengamankan 1 orang laki-laki berinisial SH yang dimana setelah di Interogasi pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban dengan cara mengayunkan pisau kepada korban, kemudian pelaku menunjukkan pisau yg digunakan tersebut.

Kini pelaku bersama barang bukti sebilah pisau dan uang sebanyak Rp10 ribu telah berada di Mapolres Padangsidimpuan.

Akibat kejadian itu Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP H Naibaho, menjelaskan bahwa premanisme merupakan tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat dan tidak bisa ditoleransi karena Polri akan tetap melindungi masyarakat dari aksi premanisme.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan.

“Jika menemukan ada premanisme melakukan pungli bahkan melakukan kekerasan agar segera melaporkan ke Polres Padangsidimpuan,” imbaunya.

Sebelumnya, aksi premanisme kembali marak di Kota Padangsidimpuan. Terbukti pada Jumat (18/7/2025) siang, seorang pedagang bakso kojek dibacok oknum preman di kawasan sekolah.

Adalah Hendri (27) warga Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan yang menjadi korban pembacokan.

Kala itu, korban yang baru sampai di depan SD 1 Kota Padangsidimpuan yang berada di Jalan Masjid Raya Baru, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara hendak menjajakan dagangannya di lokasi tersebut saat anak sekolah pulang.

Namun setelah memarkirkan sepeda motor, dirinya dihampiri seorang pria dengan ciri-ciri tinggi 163 centimeter berbadan kurus dengan rambut keriting. Kala itu, pria tersebut meminta uang keamanan kepada dirinya.

“Pas dimintanya itu, saya kasih 5 ribu bang,” ucap Hendri saat ditemui di Mapolres Padangsidimpuan.

Nahas, pemberian korban ini malah membuat sang preman kampung itu menjadi marah. Dirinya tidak terima dengan besaran pemberian tersebut.

“Tidak terima dia bang. Minta tambah jadi 10 ribu. Namun tidak kukasih bang,” ucapnya.

Tak pelak, sang preman bertato di bagian dada tersebut berang hingga membuat keduanya berduel. Seketika itulah sang preman mengeluarkan sajam dan langsung mengayunkannya ke arah korban.

“2 kali dibacoknya. Pas yang kedua itu kena telingaku. Kalau tidak ngelak, kena kepalaku bang,” ujarnya sembari mengatakan dirinya telah 3 kali memberikan uang pengamanan kepada para preman di lokasi tersebut.

Setelah darah bercucuran di tubuh korban, preman tersebut melarikan diri. Sementara korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Padangsidimpuan. (Sabar Sitompul)