PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Dengan tebal muka, karena sudah dihujat habis-habisan oleh masyarakat Kota Padangsidimpuan di semua platform media sosial serta pemberitaan media online, Pemko Padangsidimpuan akhirnya memutuskan tetap merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Pawai Deville dan Drumband.
Keputusan yang mempermalukan wajah Letnan-Levi di tahun pertama mereka memimpin Kota Padangsidimpuan beberapa waktu lalu akhirnya di ralat.
Adapun Surat Edaran yang sempat di sebar ke sejumlah institusi pendidikan di Kota Padangsidimpuan itu berbunyi, Sehubungan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025 tentang Efesiensi Belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, di beritahukan kepada saudara untuk menginformasikan ke sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan saudara bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2025 dan peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang ke 24 Tahun 2025, yang hanya melaksanakan seremonial tanpa ada perayaan pawai Deville dan Drumband.
Keputusan ini juga membuktikan bahwa nasionalisme masyarakat Kota Padangsidimpuan sangat tinggi dengan berjuang menyuarakan agar Pemko Padangsidimpuan tetap merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Pawai.
Karena ini sebagai salah satu cara mengungkapkan rasa gembira atas kedaulatan di negeri sendiri dan cara mengingat perjuangan para pahlawan yang sudah berjuang dengan darah dan nyawa sehingga mendapatkan Kemerdekaan secara utuh.
Karena begitu sakralnya Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, maka keputusan Pemko Padangsidimpuan beberapa waktu lalu yang meniadakan Pawai dengan dalih efisiensi anggaran menjadi bahan olok-olok dan hujatan masyarakat Kota Padangsidimpuan.
Mengutip pernyataan resmi Pemko Padangsidimpuan melalui Dinas Kominfo, setelah mendapatkan masukan dari Tokoh-Tokoh Masyarakat dan para Kepala Sekolah se Kota Padangsidimpuan yang telah dirapatkan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan dengan pihak-pihak terkait, akhirnya Pemko Padangsidimpuan putuskan tetap melakukan pawai Deville dan Drumband di HUT RI ke 80.
Demikian disampaikan oleh Kadis Kominfo Kota Padangsidimpuan, Nur Cahyo Budi Susetyo, Kamis (24/07/25) dalam keterangan resmi Pemko Padangsidimpuan.
”Pemko Padangsidimpuan akan melaksanakan pawai Deville dan Drumband dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 meskipun dengan konsep sederhana di tengah-tengah efisien anggaran,” katanya.
”Untuk rangkaian pawai Deville, drumband diselenggarakan seuasai upacara Nasional di pusat Kota dan suratnya akan di layangkan ke Dinas Pendidikan untuk diteruskan ke seluruh satuan pendidikan,” sambungnya.
Untuk di ketahui, rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan Pemko yakni, pada 16 Agustus agenda bersama Forkopimda di Gedung DPRD Padangsidimpuan mendengarkan Pidato Kenegaraan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dan ditanggal 17 Agustus pagi pelaksanaan Upacara Nasional HUT RI Ke-80 di Stadion HM Nurdin Padangsidimpuan bersama Forkopimda, ASN, TNI, Polri, Siswa, Masyarakat dan Ormas, yang dilanjutkan dengan pawai Deville dan Drumband.
Pengamat Publik, UF Hasibuan, mengapresiasi keputusan terbaru dari Pemko Padangsidimpuan ini.
“Meski tebal muka, setidak-tidaknya Letnan-Levi masih mau mendengar aspirasi masyarakat. Kita bangga tingginya nasionalisme warga Kota Padangsidimpuan, terbukti protes melalui medsos serta diiringi pemberitaan dari media mempengaruhi keputusan ini. Kesakralan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa di kaitkan dengan efisiensi anggaran. Kita harus ingat, para pahlawan kita dengan segala kesulitan berjuang demi meraih apa yg kita nikmati sekarang. Jadi jangan jadikan efisiensi anggaran sebagai alasan,” tegasnya. (Saipul Bahri Siregar)


