PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com– Kebanggaan tengah menyelimuti masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Dari sebuah desa di Kecamatan Portibi, lahir kisah yang kini menjadi buah bibir warga. Irpan Abadi Siregar, putra Desa Aek Haruaya, berhasil menembus persaingan ketat dan dipercaya mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia U19.

Kabar itu menyebar cepat hingga ke pelosok kampung. Bagi masyarakat Paluta, pencapaian Irpan bukan sekadar keberhasilan seorang atlet, melainkan kebanggaan bersama yang mengangkat nama daerah di panggung sepak bola nasional.

Momen paling berkesan terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Myanmar. Di sejumlah titik di Padang Lawas Utara, warga berkumpul mengikuti pertandingan melalui acara nonton bareng. Suasana yang biasanya diisi obrolan santai berubah menjadi penuh harap dan antusias. Mata warga tertuju ke layar, menantikan kesempatan melihat putra daerah mereka tampil bersama skuad Garuda.

Ketika nama Irpan Abadi Siregar disebut oleh komentator pertandingan, sorak sorai pun pecah. Tepuk tangan bergema, disusul teriakan bangga dari warga yang menyaksikan. Bagi banyak orang, momen itu menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari desa kecil dan tumbuh melalui kerja keras serta ketekunan.

“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Apalagi kami menyaksikannya langsung di televisi. Dulu kami mengenalnya bermain di lapangan kampung, sekarang dia sudah membela Timnas Indonesia,” ujar Umar Siregar, pemerhati sepak bola di Kabupaten Padang Lawas Utara, Rabu (3/6/2026).

Perjalanan Irpan kini menjadi inspirasi bagi generasi muda di Paluta. Ia tidak hanya membawa kebanggaan bagi keluarga dan kampung halamannya, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi perkembangan sepak bola daerah. Dari Aek Haruaya menuju panggung nasional, kisah Irpan menjadi pengingat bahwa kerja keras dan mimpi yang dijaga dengan sungguh-sungguh dapat mengantarkan seseorang melampaui batas yang selama ini dibayangkan. (Asmar Siregar-HT)