MEDAN – Bencana tak pernah minta izin. Tapi kesiapan bisa kita ciptakan dari sekarang. Itulah yang mengemuka dalam pelatihan spektakuler yang digelar Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Targetnya? Mencetak lurah dan kepala desa sebagai “pahlawan siaga” di garda terdepan.

Bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Selasa (9/6/2026), pelatihan Potensi SAR Perairan resmi dibuka oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dan Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution.

Dari 50 peserta awal yang merupakan aparatur kelurahan dan desa, mereka akan dibekali kemampuan khusus penyelamatan jiwa—terutama di wilayah perairan yang rawan bencana.

“Kami belajar dari berbagai pengalaman bencana di Indonesia. Lurah dan kades adalah ujung tombak. Mereka harus tahu cara menyelamatkan warganya sebelum tim besar datang,” tegas Syafii.