PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com– Anggota MPR RI Andar Amin Harahap menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh agama, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan.
Dalam pemaparannya, Andar Amin Harahap menegaskan bahwa tantangan bangsa di era digital dan globalisasi semakin kompleks. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar MPR RI sebagai pedoman dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang maju serta harmonis.
“Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Menurutnya, Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga diharapkan mampu menjadi agen pemersatu dengan mengedepankan dialog, toleransi, dan semangat kebersamaan.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diajak untuk memahami kembali makna Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang mempersatukan seluruh elemen bangsa.
Andar Amin Harahap juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Melalui pendidikan, literasi digital, dan partisipasi aktif di lingkungan masyarakat, generasi muda dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya toleransi dan memperkuat rasa cinta tanah air.
“Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh karakter masyarakatnya. Ketika nilai persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial terus dijaga, maka Indonesia akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi dialog yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi mengenai berbagai isu kebangsaan, mulai dari pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat persatuan di tengah perbedaan, hingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh warga negara. Pengamalan nilai-nilai Pancasila, penghormatan terhadap konstitusi, serta penguatan semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi modal utama untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaya saing.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat dalam membangun kehidupan berbangsa yang inklusif, toleran, dan berlandaskan nilai-nilai luhur kebangsaan demi Indonesia yang semakin maju dan bersatu. (Rel-HT)
