MEDAN – Di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menghadirkan pendekatan baru yang tak biasa.
Bagi Bobby, upaya pencegahan bencana tidak cukup hanya mengandalkan ilmu pengetahuan dan pembangunan fisik semata. Ia meyakini, kekuatan spiritual melalui syiar agama juga menjadi ikhtiar penting dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Pernyataan ini disampaikan Bobby saat melantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut periode 2026-2030 serta Dewan Pengawas dan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Sumut Tahun 2026. Acara berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, kemarin.
Bobby yang dilantik sebagai gubernur pada usia 33 tahun ini mengusulkan gagasan progresif menggelar pengajian besar skala provinsi setiap bulan secara bergilir di berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
“Kalau bisa sebulan sekali kita buat pengajian besar skala provinsi dan kita keliling ke daerah-daerah di Sumatera Utara. Ini bagian dari syiar Al-Qur’an sekaligus ikhtiar kita memohon perlindungan kepada Allah SWT,” tegasnya.
Gagasan ini lahir dari kesadaran bahwa Sumatera Utara merupakan wilayah yang rawan bencana. Data terkini menunjukkan banjir dan tanah longsor menerjang tiga kabupaten—Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, dan Padanglawas Utara—akibat hujan intensitas tinggi.
Kondisi ini memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, hingga tanah longsor di berbagai titik.
Bobby tidak sekadar berwacana. Ia telah meminta pengurus LPTQ Sumut menyusun program pengajian rutin tersebut dan tidak ragu mengajukan kebutuhan anggaran kepada Pemprov Sumut.
