MEDAN – Terobosan besar dalam pengelolaan sampah di Sumatera Utara mulai terlihat! Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi menjajaki kerja sama strategis dengan Finlandia dalam bidang Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Langkah ini diharapkan mampu menjawab dua tantangan sekaligus: persoalan sampah yang menumpuk dan kebutuhan energi listrik di berbagai wilayah Sumut, termasuk daerah terpencil.
Penjajakan kerja sama ini terungkap saat Bobby menerima audiensi Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Bobby menyampaikan visi besarnya untuk mengatasi masalah sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
“Saat ini, proyek PSEL berkapasitas 15 megawatt (MW) yang akan melayani Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang tengah berjalan,” ungkap Bobby. Proyek ini dirancang mampu mengolah sampah hingga 1.700 ton per hari. Namun, ambisi Bobby tidak berhenti di situ.
Ia berharap pembangunan fasilitas serupa dapat diperluas ke wilayah lain di Sumut, terutama daerah-daerah yang sulit dijangkau.
“Oleh karena itu, kami berharap mungkin Finlandia bisa mensupport program untuk membangun PSEL ini. Kami harap kita bisa kerja sama dengan skala yang sama atau yang lebih kecil di beberapa wilayah,” tegas Bobby.
Menariknya, Finlandia ternyata pernah mengalami persoalan sampah yang serupa dengan Indonesia. Duta Besar Pekka Kaihilahti mengungkapkan bahwa negaranya dulu juga bergulat dengan tantangan pengelolaan limbah.
