TAPANULI SELATAN, HARIAN TABAGSEL.com- Peternak ayam pedaging kelas peternak kecil/UMKM yang berada di Sumatera Utara,Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) berharap agar PT. Charoen Pokphand Indonesia bisa menerima kemitraan yang bagus dengan peternak ayam pedaging masyarakat kecil dan UMKM.
Hal ini disampaikan salah satu Tokoh Masyarakat Sumatra Utara yang merupakan salah satu tokoh di Organisasi Masyarakat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Macan Asia Indonesia Sumatera Utara di Tapanuli Bagian Selatan, H. Batubara (55) kepada Kontributor Harian Tabagsel.
Sebagai Mitra dari PT. Charoen Pokphand Indonesia para peternak ayam pedaging masyarakat kecil/UMKM berharap kepada perusahaan tidak tebang Pilih.
“Jangan karena peternak kecil/UMKM hanya bermodalkan 300-500 juta dibanding-bandingkan dengan pelaku peternak usaha ayam pedaging yang mempunyai modal besar,” ujarnya.
Peternak kecil/UMKM hanya mampu menyediakan 5.000 ekor sampai seterusnya menjadi mitra yang dianak tirikan Oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia, khususnya para peternak ayam pedaging di daerah Tapanuli Bagian Selatan, Provinsi Sumatera Utara.
“Kami tahu pak, kami hanya modal kecil, bisa beternak ayam pedaging sekitar 5.000 ekor, tapi janganlah kami dibanding-bandingkan dengan peternak Aayam yang bermodal besar seperti ayam broiler Close House. Yang mana kalau kami buat usaha ayam pedaging dengan broiler kami tidak mampu modalnya Pak. Taksiran modal usaha beternak ayam pedaging dengan cara broiler Close House harus memiliki modal 3 Milyar Pak,” tuturnya, Sabtu (22/3/2025) malam di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
Tokoh Organisasi DPD Macan Asia Indonesia ini menduga PT. Charoen Pokphand Indonesia mengadopsi dan mengutamakan kepentingan pengusaha ayam pedaging broiler.
Ditambahkannya agar PT. Charoen Pokphand Indonesia tidak lupa akan sejarahnya mereka berdiri di Indonesia.
“Seharusnya PT. Chaeron Pokphand jangan lupa dasar mereka. Mereka juga dulu mulai dari kecil hingga berkembang besar dan maju seperti sekarang. Jngan lupa dirilah pak PT. Charoen Pokphand Indonesia,” ucapnya.
Sementara dari sejarahnya PT. Charoen Pokphand Indonesia diketahui berdiri sejak tahun 1972. PT. Charoen Pokphand Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang peternakan, pakan ternak dan makanan olahan.
“Janganlah Pak sudah besar sekarang, perusahaan lupa kepada para peternak ayam pedaging dari masyarakat kecil,” katanya.
“Banyak Pak peternak dari kalangan masyarakat kecil yang mengeluh kepada Kami, makanya kami sampaikan keluhan ini kepada media Harian Tabagsel, sehingga kiranya kami bisa diterima dengan baik dan bagus tanpa membandingkan dengan pengusaha peternak ayam pedaging broiler,” tambahnya.
Sehingga penting bagi peternak ayam pedaging masyarakat kecil menjalin kemitraan dengan perusahaan dengan sebaik-baiknya, tanpa membedakan dengan pelaku usaha Plpeternak ayam pedaging broiler.
Tokoh Organisasi DPD Macan Asia Indonesia Sumatera Utara juga menambahkan bahwa di Indonesia harus berpedoman Pancasila, yang mana Pada sila ke loma mengatakan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Disinilah masyarakat kecil peternak ayam pedaging dengan modal kecil mengharapkan keadilan itu,” pungkasnya. (SBS/ASL)

