TAPANULI SELATAN, HARIAN TABAGSEL.com– PT. Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Agri Siais (Anjas) yang merupakan perusahaan yang bergerak di Pengelolaan Tandan Buah Segar (TBS)/Kelapa Sawit diduga belum memaksimalkan pengolahan limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Hal ini dikeluhkan beberapa masyarakat sekitar perusahaan kepada awak media Harian Tabagsel. Yang mana warga Lingkungan Lima Janji Matogu mengatakan bahwa mereka sudah lama mempertanyakan soal limbah itu.

“Sudah lama sebenarnya masalah limbah dari PKS PT Anjas ini pak. Tapi kami masyarakat kurang tahu bagaimana prosedur dan kriteria limbah yang sudah maksimal pengolahannya,” ujar sejumlah warga sekitaran Lingkungan Lima Janji Matogu, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (25/3) siang.

Namun para warga yang enggan namanya dimuat di media bercerita, bahwa beberapa minggu lalu mereka melihat ada beberapa ikan Jurung (mera), Baung dan jenis ikan lainnya mati di Sungai Batang Gadis.

“Ada sekitar 1000 ekor ikan Jurung dan Baung yang mati pak di sekitar aliran sungai Muara Batang Gadis. Tapi kami tidak tahu perihal apa yang menyebabkannya. Apa ikan itu mencari anak hulu sungai, atau parit yang ada sekitar Sungai Batang Gadis,” terang warga.

Informasi yang mereka dapatkan penyebab kematian ribuan ikan-ikan itu adalah karena lumpur yang disebabkan banjir bandang di Sungai Batang Angkola.

Hanya saja masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan tidak tahu pasti apa penyebab matinya ikan-ikan tersebut.

Akan tetapi masyarakat Lingkungan Lima Janji Matogu kepada awak media ini menduga penyebab matinya ikan itu karena limbah dari perusahaan di sekitar tempat mereka.

Warga Janji Matogu juga berharap agar perusahaan bisa mengelola Limbah perusahaan dengan baik dan memberikan penjelasan serta pemahaman tentang tata cara pengelolaan limbah kepada masyarakat.

Warga mendugaan kolam penampung limbah tidak sesuai dengan aturan amdal. Sejauh ini masyarakat sekitar perusahaan merasa keberatan. Apalagi para warga melihat beberapa pekerja sedang memperbaiki pipa pembuangan limbah yang diduga rusak.

Warga berharap pemerintah dan pihak yang berwenang untuk melakukan tinjauan lapangan membuka kepada warga sekitar perusahaan tentang masalah limbah cair PT Anjas ini.

Selain itu warga Janji Matogu ini juga mengeluhkan masalah polusi udara. Karena pihak perusahaan hanya melakukan penyiraman air di jalanan dari pos security ke dekat pasar. Padahal seharusnya perusahaan menyiramnya sampai batas Lingkungan V Janji Matogu.

“Sehingga menghirup debu kami tiap hari Pak,” katanya kepada Kontributor Harian Tabagsel di rumahnya.

Hingga berita ini diturunkan tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan baik itu dari Humas dan juga beberapa petinggi perusahaan untuk memberikan keterangan atas keberatan warga sekitar perusahaan. (SBS)