TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com- Di hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriyah Tahun 2025 Masehi berjalan dengan penuh keharuan di Desa Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Penceramah Al Ustadz Sahban Siregar, SPD.i menjadi penceramah di mesjid Nurul Iman, Dusun Bukkas, Desa Malombu, Kecamatan Angkola Selatan, Senin (31/03/2025) pagi.

Lulusan Ponpes Modern Al-Abraar Siondop Julu dan Maghad Annuaimy Jakarta ini, menyampaikan ceramah khutbah Idul Fitri 1446 Hijriyah.

Ustadz Sahban Siregar menuturkan kepada awak media Harian Tabagsel bahwasanya semua warga harus saling bersama membangun Huta/Desa.

Marsipature Hutanabe (Martabe) itulah pepatah Tapsel yang selalu dirinya tekankan dan selalu jadi pijakan saat di perantauan.

Al-Ustazd Sahban Siregar juga menuturkan pentingnya generasi muda memperhatikan kedua orang tua.

Sementara dalam ceramahnya di hadapan masyarakat Desa Malombu mengingatkan agar seluruh masyarakat untuk selalu berharap dan tidak lupa bersyukur atas apa yg diberikan Allah SWT.

Baik hal kesehatan, umur yang panjang dan rezeki serta kemajuan Desa,” katanya.

Dikatakannya setelah Gurubus Samsy (terbenamnya matahari) semalam menjadi datangnya bulan Syawal sehingga masuklah kepada hari kemenangan.

“Akan tetapi kita juga bersedih karena bulan ampunan, bulan yang penuh dengan rahmat telah meninggalkan kita,” ucapnya penuh haru.

Karena katanya, tidak ada jaminan bagi setiap manusia akan berjumpa kembali dengan Bulan Ramadhan yang akan datang yakni 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi.

“Karena sudah banyak kita lihat yang Bulan Ramadhan 1446 Hijriyah lalu masih ada ibu kita, cucu kita, sahabat kita, bahkan kedua orang tua kita, namun sudah tidak ada lagi di tahun ini. Akan tetapi kita terus berdoa kepada mereka, mari kita renungkan, kita pikirkan dan kita hadirkan mereka di hari kemenangan ini. Walaupun kita bersedih,” ucapnya.

Ada tiga hal inti ceramah Khutbah Ustadz Sahban Siregar ini, yakni taat kepada kedua orang tua, bersosialisasi dengan masyarakat/Hablum minallohi wa Hablum minannas, istri soleha yang paling berharga di dunia dan akhirat.

Kepala Desa Malombu, Sabriyal Siregar kepada awak media mengatakan masyarakat sangat antusias mendengarkan ceramah Ustadz Sahban Siregar.

Yang mana dirinya juga mengharapkan masyarakat semakin kompak dan menjaga solidaritas antar sesama umat manusia.

Kepala Desa Malombu juga berharap ustadz ini bisa pulang kampung kembali tahun depan di Hari Idul Fitri 1447 Hijriyah.

“Ustadz juga menyampaikan ini adalah memontum yang harus kita jaga, kita bahagia, bisa bersama sholat Idul Fitri berjamaah di tahun ini. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri maka dari itu ustadz juga menyampaikan agar masyarakat menjaga rasa sosial dan simpati antar masyarakat di desanya,” harapnya.

Ustadz yang merantau ke Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku, saat ini ini bekerja di Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Halmahera Selatan.

Dia juga mengucapkan rasa syukur karena telah lulus seleksi PPPK di Kementerian Agama di Kabupaten Halmahera Selatan.

“Alhamdulillah Pak, saya sudah lulus menjadi seorang abdi negara. Walaupun sekian puluh tahun saya tunggu tunggu. Akan tetapi Allah maha baik, sehingga saya masih diberikan kesempatan untuk mengabdi pada bangsa dan negara,” katanya kepada awak media ini.

Ustadz kondangan di Kabupaten Halmahera Selatan ini juga mengatakan kepada masyarakat untuk saling maaf memaafkan. Karena orang yang paling beruntung adalah orang yang saling memaafkan.

“Dan mari kita sampaikan kepada para istri kita, untuk menjadi istri yang menjadi membawa suaminya ke surga dengan cara berbakti kepada kedua orang tua kita,” ujarnya.

Salah satu Tokoh Masyarakat, Zunaedi Rambe juga menyampaikan terimakasih kepada ustadz Sahban Siregar yang sudah mengisi ceramah Khutbah idul Fitri di mesjid kampung halamannya.

“Apalagi isi Khutbah idul Fitri kali ini mudah dimengerti masyarakat Desa Malombu Bukkas. Sehingga beliau sudah memberikan dedikasi untuk generasi muda untuk mau terus membangun Huta/Desa. Jangan bosan terus berbuat baik untuk desa kita tercinta,” harapnya. (Saipul Bahri Siregar)