PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Hujan deras mengguyur Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Minggu sore (6/4/2025), hingga malam hari dengan curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan beberapa Desa dan Lingkungan yang ada di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara waspada dan siaga banjir.
Adapun desa yang waspada banjir antaranya Desa Huta Lombang, Desa Goti, Desa Manegen, Desa Manunggang Jae, Dusun Padang Selayu, Lingkungan 4 Perumnas Pijorkoling dan Desa Labuhan Labo.
Di Desa Manunggang Jae, Dusun Padang Selayu, air mulai naik jam 16.00 sore sehingga ada 3 rumah warga yang tergenang Karena luapan parit yang berada di lokasi PTPN 3 Cabang Batang Toru ini.
Kepala Desa Manunggang Jae, Siddik Harahap ketika dijumpai wartawan Harian Tabagsel di lokasi, mengatakan ini air banjir yang menggenangi rumah warga akibat parit yang tersumbat.
“Alhamdulillah jam 20.00 Wib rumah warga saya sudah bisa dibersihkan. Tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. Hanya saja saya berharap agar warga waspada mana tahu air parit naik lagi,” ucapnya.
Ditempat terpisah Kepala Desa Hutalombang, Hilman Bandaharo ketika dijumpai di rumahnya sedang berkumpul dengan beberapa masyarakat Desa HutaLombang bermusyawarah tentang kesiapsiagaan waspada banjir.
“Ini kami waspada banjir lagi, akibat intentitas hujan yang tinggi sehingga perlu bagi kami Pemdes Huta Lombang dan masyarakat harus siaga dan waspada. Kami berjaga-jaga untuk terus memperhatikan air Sungai Batang Angkola,” ujarnya.
Di Desa Goti, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan juga ada beberapa rumah terendam air luapan sungai diduga dari Aek Gareder Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.
Air setinggi mata kaki orang dewasa ini, merendam lokasi penjual nasi goreng di dekat Jalan Lintas Sumatera Utara menuju Sumatera Barat.
Di Lingkungan empat Perumnas Pijorkoling, air juga memasuki rumah warga, seperti yang dialami Babang Nasution (45).
Babang bercerita kepada wartawan Harian Tabagsel, bahwasanya air mulai menggenangi jalan dan rumahnya dari jam 17.00 hingga jam 20.00 WIB. Babang juga mengatakan ini dari luapan air sungai Aek Gareder di Kelurahan Pijorkoling.
Dikatakannya air sungai Aek Gareder tidak bisa menampung air lagi, sehingga air naik ke jalan simpang Pesantren Darul Istiqomah dan sampai di depan kantor Camat Padangsidimpuan Tenggara, sehingga rumahnya digenangi luapan air banjir tersebut dan untuk malam ini dirinya dan keluarganya harus terus berjaga jaga.
“Karena sebelum hujan reda kami belum bisa tidur,” katanya kepada wartawan di rumahnya.
Camat Padangsidimpuan Tenggara, Eka Batubara ketika dikonfirmasi wartawan Harian Tabagsel mengenai luapan beberapa sungai dan anak sungai di wilayah kecamatan yang dipimpinnya belum menjawab telepon WhatsApp awak media ini.
Gunawan salah satu anggota BPBD Kota Padangsidimpuan bercerita kepada awak media ini bahwa sempat terjadi macet ketika jam 16.00 WIB, karena air di Desa Goti naik ke badan jalan.
“Yang parah memang ketika 2 jam setelah hujan deras, sehingga kami dari BPBD Kota Padangsidimpuan gerak cepat untuk terjun ke lokasi,” katanya.
Amatan awak media ini, ada juga beberapa mobil patroli Polres Kota Padangsidimpuan di lokasi banjir di Desa Goti, Kecamatan Psp Tenggara. Sedangkan air sudah mulai surut dan warga sudah membersihkan rumahnya. (Saipul Bahri Siregar)

