PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Pertandingan antara klub sepakbola Nadira Bangunan FC VS KNPI United FC pada Rabu (14/1) di kompetisi Bupati Cup IV, di Lapangan Maduma Padang Luar Kecamatan Barumun berakhir ricuh. Skor akhir dipersoalkan.

Meski tidak sampai ricuh fisik, namun perdebatan ini terkesan mencederai turnamen sepakbola piala Bupati Cup IV tersebut.

Awalnya, Nadira Bangunan FC memimpin pertama dengan skor 1-0. Gol tercipta pada babak kedua 40 menit.

Jelang 10 menit pluit panjang, KNPI United membalas, sehingga skor menjadi 1-1.

Namun skor ini awal persoalan kedua klub ricuh.

Wasit tengah dan wasit garis tidak sepaham. Wasit Saiful menyatakan gol, sedang wasit garis menganulir, sebagai pelanggaran.

Malah Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) disebut-sebut sebagai pihak yang memperumit keputusan wasit. Sampai waktu Magrib selesai, keputusan tetap mengambang.

Kericuhan sampai dibawa ke mediasi kedua klub. Hingga akhirnya disepakati tanding ulang. Namun belakangan, tim KNPI United mengundurkan diri. Dengan begitu, Nadira Bangunan FC melaju ke babak selanjutnya.

/Intesitas Tinggi Diduga Dampak Judi Yang Gila Bola/ 

Kericuhan pertandingan babak 16 besar ini diduga dampak dari penggila bola yang bertaruh judi. Diperkirakan harga tiket Rp 15 Ribu plus 1 botol air mineral, tidak sebanding dengan perputaran taruhan judi di pinggir lapangan. Infonya, bisa mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Para penggila bola ini juga tidak segan-segan menggelontorkan biaya menyewa pemain dari luar daerah. Bahkan dengan harga Belasan Juta untuk sekali main, sengaja didatangkan untuk memperkuat tim yang diasuh.

Kembali pada pertanding antara Nadira Bangunan FC VS KNPI United, dampak kericuhan ini juga diduga dampak dari pertaruhan judi. Nadira Bangunan FC sebagai tim yang dijagokan, membuka peluang poin 1 sampai 1,5.

Istilah poin skor ini tentu tidak asing lagi bagi penggila bola. Sehingga ketika Gol balasan KNPI United menyamakan skor 1-1, pendukung KNPI United akan dinyatakan menang.

Disinilah taruhan jadi polemik. Apakah keputusan skor sama, atau gol dianulir. Keputusan yang idealnya diambil wasit tengah, pun terbantahkan wasit garis.

Wasit tengah memutuskan gol, wasit pinggir menyatakan pelanggaran. (Parningotan Aritonang-HT)