PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Setelah adanya bentuk kecaman ataupun perlawanan dari pihak lapisan masyarakat Kota Padangsidimpuan baru-baru ini, terlihat, pihak Polres Padangsidimpuan gencar melakukan penangkapan terhadap pelaku narkoba. Nah, yang jadi pertanyaan, selama ini kemana aja Pak Polisi (Kapolres) Padangsidimpuan dan jajarannya ini.
Kecaman ataupun perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap narkoba ini mulai dari pemasangan spanduk yang dilakkan oleh masyarakat Gg. Dame Lingkungan VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Dimana, masyarakat dengan kompak memasang spanduk yang bertuliskan “Pengedar Narkoba Adalah Penghianat Bangsa”.
Tidak hanya itu, pesan yang disampaikan juga sangat lugas dan menuntut tindakan nyata, dengan kalimat perintah yang tertulis jelas: “Usir dari Kampung Kita”.
Dari mulai pemasangan spanduk yang bertuliskan pengedar narkoba adalah penghianat bangsa dan tindakan melakukan pengusiran masyarakat dari kampung bagi sindikat narkoba ini tentunya menunjukkan ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Kepolisian Resort Padangsidimpuan yang diduga selama ini “terlalu lembek”, bahkan sudah jadi gosip di masyarakat ada dugaan permainan antara oknum dengan pebisnis narkoba.
Langkah yang diambil warga Gg. Dame ini diharapkan dapat menjadi tamparan keras bagi oknum-oknum yang bermain dalam perdagangan gelap tersebut, serta menjadi sinyal kuat bagi aparat penegak hukum agar segera turun tangan melakukan penindakan tegas. Warga berjanji akan terus bersatu dan bergerak menjaga kampung halaman agar terbebas dari pengaruh buruk narkotika.
Bahkan, di media sosialnya Polres Padangsidimpuan, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna ini selalu menyuarakan tolak narkoba, narkoba merusak generasi muda dan lainnya. Toh, kebenarannya narkoba beredar sebebas-bebasnya di wilayah hukumnya, bahkan lebih gampang beli narkoba daripada kacang goreng di Padangsidimpuan.
Untuk itu diminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan juga Kapoldasu Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto untuk secepatnya memanggil Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna dan jajaran Sat Narkoba Polres Padangsidimpuan untuk meminta pertanggungjawaban atas marak dan bebasnya narkoba di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan ini, karena langkah ini tentunya Kepolisian turut mendukung masyarakat untuk membasmi narkoba di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan.
“Lapor Pak Kapolri, Pak Kapolda! Kalau bukan petugasnya dulu yang dibersihkan, bagaimana masyarakat bisa memutus rantai sindikat narkoba di Kota Padangsidimpuan ini,” kata warga.
Suara untuk perangi narkoba dari masyarakat Bumi Dalihan Natolu Kota Padangsidimpuan ini mendapat dukungan penuh dari Aliansi Ummat Islam Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang menurutnya sudah waktunya untuk melakukan jihad terhadap narkoba untuk melindungi generasi penerus.
“Sudah waktunya kita untuk melakukan jihad terhadap narkoba untuk menyelamatkan generasi kita, karena narkoba ini tentunya merusak sistem saraf sehingga akal sehat dan etika generasi kita nantinya akan rusak dan tentunya akan menimbulkan keresahan dan bahkan akan memperbanyak terjadinya tindak pidana nantinya,” ujar Ketua Aliansi Ummat Islam Tabagsel Ganti Tua Siregar kepada media ini melalui telepon selulernya, Jum’at (8/5/26) siang.
Ganti juga mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba di Kota Padangsidimpuan ini.
Tidak itu saja, Ganti Tua Siregar juga mengingatkan supaya Para Penegak Hukum khususnya Kepolisian Resor Padangsidimpuan untuk serius dalam memutus jaringan peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Karena upaya masyarakat untuk memerangi narkoba tidak akan berhasil tanpa ada dukungan penuh dari pihak APH.
“Kalau amanah dengan jabatan yang diberikan, tentunya kolaborasi masyarakat dengan APH untuk memberantas narkoba akan mudah,” ujarnya.
Dia juga berharap supaya para orang tua untuk selalu melindungi anak-anaknya dari narkoba dengan membekali ilmu keagamaan karena sekali terjerumus dalam lingkaran barang haram tersebut tentunya akan susah nantinya untuk sembuh. (Rahmat Efendi Nasution-HT)

