MANDAILING NATAL, hariantabagsel.com– Satu video viral di media sosial menyebut puluhan siswa-siswi salah satu sekolah Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) di Mompang Jae Kabupaten Madina, mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Rabu (9/9/2026).

Dalam isi rekaman video, korban disebut sebanyak 20 orang terdiri dua siswa laki-laki dan 18 perempuan. Mereka pun langsung dilarikan ke Puskesmas Mompang untuk mendapatkan perawatan.

“Piga alak na keracunan i kak. (Berapa orang yang keracunan itu kak). Dua puluh, dua alak lai, 18 bolas adaboru (Dua puluh, dua laki-laki, 18 perempuan,” demikian isi awal rekaman video, yang diketahui berada di halaman Puskesmas Mompang.

Para korban disebut mengalami keringat dingin dan lemas usai menyantap makanan MBG.

“Keringat dingin, lambok doma anggo ia. (Keringat dingin, lemas kalau dia),” ucap salah satu orang tua korban menjelaskan kondisi anaknya.

Terkait video viral itu, Kepala UPT Puskesmas Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), drg. Eldelina Ariani Nasution yang dikonfirmasi pada Kamis (10/9/2026), melalui pesan WhatsApp, belum memberikan jawaban.

Sementara, Camat Panyabungan Utara Azmizar Yusuf Hasibuan, membenarkan adanya puluhan siswa MTS yang dibawa ke Puskesmas Mompang. Namun, kata dia, berdasarkan hasil keterangan dari pihak puskesmas, para korban hanya mengalami sakit perut.

“Kami pun baru tahu setelah melihat video itu, kemudian kami cek ke Puskesmas dan kami tanyakan. Kata pihak puskesmas, cuma sakit perut,” kata Camat.

Kasi Humas Polres Madina, AKP Megawati, menyampaikan berdasarkan investigasi awal oleh pihaknya, penyebab anak-anak itu dilarikan ke Puskesmas karena kondisi masalah pencernaan.

AKP Megawati menerangkan, hari kejadian itu ada menu baru yang disajikan.

“Izin Bang, (investigasi awal) sebenarnya masalah pencernaan saja, karena ada menu baru Ayam Goreng Rica, mgkn pedas kan bang izin, sama ada menu tahu yang bersambal Bang izin. Mgkn Perut anak” Ga Terbiasa kan kena Cabai Bang,” kata AKP Megawati, saat dikonfirmasi.

Namun, untuk lebih detailnya mengenai hasil investigasi terkait kejadian dugaan keracunan ini, AKP Megawati menyarankan agar mengkonfirmasi ke Kasat Intel.

“Saya masih di Medan Bang, coba ke Kasat Intel untuk keterangan lebih detailnya bang,” katanya.

Hingga berita ini dimuat, Kasat Intel Polres Madina, AKP Raja Wahid Nur Sinambela belum merespon konfirmasi. (Sahrul Harahap-HT)