PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Persoalan kasus kehilangan uang dan emas yang dialami oleh salah satu keluarga pasien mendapatkan respon dari pihak RSUD Kota Padangsidimpuan.
Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan, drg Susanti Lubis didampingi sejumlah pejabat utama RSUD Kota Padangsidimpuan, Rabu (18/6) menjelaskan bahwa sesuai dengan Standar Operasional (SOP), pengunjung dilarang membawa barang berharga seperti emas dan uang dalam jumlah yang berlebihan.
Selain itu pada tiap malam sebelum waktu kunjungan pasien usai atau sekitar jam 10 Malam, pihak keamanan akan selalu melakukan patroli dengan mengunjungi ruangan per ruangan untuk menyampaikan kepada para pengunjung agar menjaga barang bawaannya.
Kemudian meminta selain pendamping pasien agar meninggalkan ruangan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien.
“SOP nya itu selain kita tempelkan di dinding setiap ruangan juga dibantu dengan imbauan melalui petugas keamanan yang setiap jam 10 malam selalu berkeliling menyampaikannya ke setiap ruangan,” jelasnya.
Ditambahkannya segala kehilangan yang dialami pengunjung bukan merupakan tanggung jawab pihak rumah sakit.
“Atas kehilangan itu bukan tanggung jawab kami dari rumah sakit. Karena sudah ada SOP sebagai standar acuannya,” tegasnya.
Dan kejadian yang dialami salah satu keluarga pasien, sebelum kejadian sudah diingatkan untuk menjaga barang bawaannya.
“Kita sudah ingatkan itu sebelum kejadian melalui petugas keamanan kita. Tapi ya mana kita tahu apa saja barang bawaan pengunjung. Malam kehilangan itu petugas kita ikut mencari setelah dilaporkan. Bahkan saat melapor ke polisi, petugas keamanan kita bahkan ikut mendampingi yang bersangkutan. Kita juga sudah berkomunikasi dengan keluarga yang kehilangan, karena tempat kehilangan itu bukan di dalam ruangan perawatan tapi di koridor ruang rawat inap,” katanya.
Sementara soal CCTV, pihak rumah sakit mengakui bahwa di lantai tempat kejadian belum ada CCTV karena terkendala anggaran maka belum ada pemasangan.
“Tahun lalu sudah dianggarkan tapi karena ketersediaan anggaran terbatas tidak jadi. Anggaran masih untuk yang prioritas. Tapi tahun depan pengadaan CCTV ini akan kami jadikan prioritas,” ujarnya.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa mereka akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien juga termasuk di dalamnya masalah keamanan sehingga pasien dan pengunjung merasa aman dan nyaman.
“Sebagai rumah sakit milik pemerintah, atas kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berevolusi dan berinovasi meningkatkan kualitas rumah sakit menjadi semakin baik,” pungkasnya. (Parlin Pohan)

