TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Dua ekskavator yang belum diketahui kepemilikannya melewati area perkampungan warga di Dusun Mosa Julu, Desa Gunung Baringin, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Selasa (16/6/2026).

Warga Kecamatan Angkola Selatan JS melaporkan dua alat berat tersebut diduga akan melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa ijin (PETI) di sekitar area sungai berbatasan dengan Kecamatan Angkola Selatan dan Kecamatan Tantom, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Camat Tantom Indra Sakti Siregar, S.Sos saat dikonfirmasi belum membalas pesan awak media dan upaya konfirmasi tidak membuahkan hasil.

Sebelumnya, Ketua Umum PC IMM Tapanuli Selatan-Padangsidimpuan, Tobat Wahyudi Nasution kepada awak media mengatakan, bahwa aktivitas PETI diduga beroperasi kembali di sekitar area perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.

Tobat Wahyudi juga mengatakan, aktivitas PETI bisa memberikan dampak negatif kepada masyarakat yang tinggal di sekitar area hulu dan hilir sungai akibat air tercemari dan berpotensi merusak kawasan operasionalnya serta bisa mengakibatkan banjir dan longsor.

Selain menyalahi regulasi yang berlaku, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut terus melaporkan aktivitas PETI yang nanti akan memberikan dampak negatif kepada masa depan, dan Organisasi Kemahasiswaan yang dipimpinnya siap menjadi garda terdepan mengkawal suara-suara kritis dari masyarakat.

Salah satu warga Kecamatan Angkola Selatan, pengguna media sosial, JS mengungkapkan, dua ekskavator tersebut melintas di sekitar pemukiman mereka di Dusun Mosa Julu, Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, menuju sebuah area diduga untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Tantom.

“Bak tamu yang tidak diundang, melintas dari perkampungan menuju sebuah sungai dan area diduga ingin melakukan aktivitas pertambangan,” kesalnya dalam unggahannnya, Selasa (16/6/2026).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatra Utara, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, SIK, SH, MH, ketika dikonfirmasi awak media belum memberikan balasan dan tanggapannya.

Di tempat terpisah, Kades Gunung Baringin, Iran Saleh Harahap saat dikonfirmasi perihal kedua alat berat yang melewati area wilayah yang dipimpinnya tidak mengetahui kedua ekskavator melewati area perkampungan warganya. (Saipul Bahri Siregar-HT)