PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Beberapa hari yang lalu melalui pemberitaan di media online, Wali Kota Padangsidimpuan melakukan peninjauan langsung pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah-sekolah di Kota Padangsidimpuan. Peninjauan ini guna memastikan pelaksanaan program MBG ini berjalan dengan baik, tepat sasaran dan sesuai standard gizi sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Sementara, dari pemberitaan sejumlah media online lainnya masih banyak sekolah-sekolah mendapatkan MBG yang jauh dari standard gizi yang ditetapkan oleh Pemerintah, mulai dari nasi basi, roti berjamur, buah busuk yang semuanya jauh dari standard gizi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
“Terus yang jadi pertanyaannya, dimana hasil dari peninjauan langsung yang dilakukan oleh Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, apakah peninjauan ini hanya sekedar seremonial ataukah upaya pencitraan saja,” ujar Rijal warga Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
“Dimana sebenarnya Pemerintah Kota Padangsidimpuan di saat-saat program MBG banyak masalah, mulai dari Nasi basi, Roti berjamur, Buah busuk yang banyak beredar di sekolah-sekolah, ditambah lagi sudah viral melalui pemberitaan dan juga media sosial dan apa gunanya Pak Wali Kota Letnan Dalimunthe ini keliling melakukan peninjauan langsung pendistribusian MBG ini, apakah hanya sebatas seremonial ataukah hanya pencitraan saja,” tambah Rijal kesal kepada media ini, Sabtu (28/2/2026).

Bapak 5 anak ini berharap supaya pemerintah daerah ataupun media untuk selalu memantau, mengawasi ataupun mengkawal program MBG ini, karena kejadian-kejadian tersebut tentunya sudah menyalahi aturan dari Pemerintah untuk mendapatkan asupan gizi yang baik dan bukan menciptakan masalah yang baru untuk kesehatan anak-anak dengan menu yang di sediakan oleh SPPG yang ada di Kota Padangsidimpuan ini.
“Himbauan ini tidak luput kami sampaikan kepada pihak Kepolisian ataupun TNI dan juga DPRD Kota Padangsidimpuan supaya memberikan tindakan ataupun upaya lainnya supaya program nasional berjalan dengan benar dan tidak membahayakan nyawa anak-anak kami,” jelas Rijal. (Rahmat Efendi Nasution-HT)


